Surabaya (infosurabaya.id) – Pertumbuhan start up atau usaha rintisan dengan berbagai terobosan kreatif dan layanannya terus bermunculan di Surabaya.

Kini, Surabaya sudah memasuki era baru pertumbuhan startup, sebuah era dimana belajar mandiri telah dimulai, dan menjadi entrepreneurship serta pelaku industri kreatif merupakan pilihan yang tepat.

Pemerintah Kota Surabaya juga konsisten mendukung pertumbuhan startup ini. Berbagai fasilitas pendukung, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan disiapkan bagi para pelaku industri kreatif.

Di bidang infrastruktur, Pemkot Surabaya sudah menyediakan Koridor Co-Working Space di Gedung Siola yang menjadi tempat berkumpulnya para pelaku startup.

Sedangkan untuk pelayanan, Pemkot Surabaya sudah menyediakan berbagai pelatihan dan membantu pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Bahkan, pemkot juga membantu akses pasar dan juga sangat mendukung program inkubasi dan akselerasi startup kreatif berbasis teknologi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan untuk mendukung era baru pertumbuhan startup Surabaya, pihaknya sama-sama membangun dan mengembangkan entrepreneurship dan startup. Ia memastikan era ini akan menjadi semangat baru bagi seluruh insan, terutama untuk anak muda Surabaya yang menekuni industri kreatif.

“Menjadi entrepreneur adalah sebuah pilihan tepat. Sebab, tantangan anak muda tahun 2040 adalah bagaimana bisa menciptakan sebuah lapangan kerja, bukan mencari pekerjaan,” kata Wali Kota Risma beberapa waktu lalu.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengatakan, untuk menjadi pengusaha tidak perlu menunggu lulus kuliah. Namun, harus dimulai dari sekarang. “Apalagi saat ini menjadi pengusaha itu tidak perlu harus memiliki kantor. Jadi, tunggu apalagi, mari bersama-sama kita ubah dan harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.

Audrey Maximillian Herli, salah satu pelaku startup di Surabaya yang sekaligus Founder platform Riliv mengatakan Pemkot Surabaya sangat membantu para pelaku startup untuk berkembang. Mulai dari business networking, mentoring, coworking space, kemudahan pembuatan event dan promosi. “Selain itu, terdapat pula fasilitasi hak paten dan HAKI serta bantuan pengurusannya,” kata Maxi, sapaan Audrey Maximillian Herli.

Dengan berbagai fasilitas yang telah diberikan oleh Pemkot Surabaya itu, maka para pelaku industri kreatif bisa meningkatkan capacity building, kemudahan akses pasar, dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan corporate atau pun startup yang lain. “Jadi, saat ini iklim entrepreneur dan iklim startup sudah tercipta di Kota Surabaya, sehingga kita tinggal memanfaatkannya,” kata dia.wah/wbw

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here