Surabaya (infosurabaya.id) – Dalam masa ketika kebutuhan industri kreatif tinggi, seringkali benturan dengan regulasi pemerintah menjadi kendala tersendiri.

Sebagai kota terbesar ke-2 di Indonesia, Kota Surabaya menurut Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) merupakan salah satu kota yang mampu bersinergi dengan para pegiat start up.

“Start up itu harus diberikan keleluasaan oleh pemerintah. Regulasi harus mendukung mereka. Jangan dikenai pajak dulu,” kata Kepala Bekraf Triawan Munaf di sela pembukaan Start Up Nations Summit 2018, Jumat (16/11/2018).

“Bentuk dukungan ini sudah dilakukan di Surabaya. Akhirnya, dunia start up di Surabaya bisa sangat bergairah,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku jika capaian yang ada di Kota Surabaya terkait sektor start up masih kurang memuaskan.

“40 persen penduduk Surabaya berusia muda. Mereka harus mulai kreatif agar tetap bisa menyambut masa depan. Mengubah mindset, itu kuncinya, anak-anak muda Surabaya harus mau dan berani untuk memulai sesuatu. Tidak hanya mencari pekerjaan,” tegas Wali Kota Risma.

Sebagai informasi, selama 3 hari ke depan, mulai 16-18 November 2018 Surabaya akan menjadi tuan rumah bagi Simposium Internasional Start Up Nations Summit.

Pada gelaran ini, 50 delegasi internasional akan berkumpul di Surabaya untuk membahas kemajuan sektor entrepreneur dan perusahaan start up.

Acara ini digelar oleh Pemkot Surabaya dan Global Entrepreneurship Network (GEN). Dalam kesempatan ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) turut mendukung kegiatan ini melalui Bekraf Festival di lokasi yang sama.rwt/wbw

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here