Di Surabaya, 5 Anak Terjaring Razia Klub Malam

Surabaya (infosurabaya.id) –┬áJelang perayaan Tahun Baru 2019, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim menggelar operasi gabungan dengan merazia sejumlah tempat hiburan malam di Surabaya.

Razia yang dimulai pukul 23.00 WIB, ini terdiri dari BNNP Jatim, BNNK Surabaya, Polda Jatim, Brimob Jatim dan Garnisun serta Satpol PP. Hasilnya, 3 orang positif narkoba, 5 anak di bawah umur mengkonsumsi alkohol.

Razia diawali dengan mendatangi tempat hiburan di kawasan Embong Malang. Pengunjung dan pemandu lagu sempat dibuat kaget saat petugas datang dan menerjunkan K-9. Anjing pelacak ini untuk mengendus berbagai jenis narkoba yang disimpan.

Tak hanya itu, semua pengunjung dan pemandu lagu juga dilakukan tes urine di lokasi. Total empat lokasi hiburan malam dirazia petugas hingga berakhir pukul 02.00 WIB.

Baca Juga  Serangan Ke Polsek Wonokromo Surabaya Sebabkan Seorang Polisi Terluka

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Candra mengatakan pihaknya menggelar razia di tempat-tempat yang terindikasi adanya peredaran narkoba. Seperti cafe, pub dan tempat hiburan malam.

“Kita melakukan uji sampling di sini, pada tempat pertama ada dua orang yang urine mengandung methaphetamine, amphetamine dan juga morfin. Kemudian di tempat kedua, kami temukan 1 pengunjung positif narkoba dan 5 anak-anak di bawah umur dalam pengaruh alkohol, ” kata Wisnu kepada wartawan di salah satu tempat hiburan.

Wisnu menjelaskan tiga pengunjung yang positif narkoba akan dibawa ke kantor BNNP Jatim. Sedangkan 5 anak di bawah umur dilakukan proses tim BNNK Surabaya.

Baca Juga  Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Semeru 2019 Di Taman Bungkul

“Nanti mereka akan lakukan assesment di BNNP Jatim. Sementara anak-anak di bawah umur yang terjaring akan ditangani ditangani oleh BNNK Surabaya,” tambahnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mendalami peredaran minuman-minuman keras (Miras) yang dijual kepada anak-anak di bawah umur.

“Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP terkait peredaran golongan-golongan minuman keras di atas 40 persen, karena tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur. Kita akan bersama melakukan pendalaman terkait masalah itu,” pungkasnya.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here