Banjir Belum Juga Surut Di Surabaya

Surabaya (infosurabaya.id) – Hujan deras semalam merendam sejumlah wilayah di Surabaya. Banjir bahkan masih menggenangi rumah warga di Surabaya hingga siang ini.

Pemandangan itu terlihat di rumah warga yang ada di Jalan Stasiun Karangan RT 07 RW 04, Kelurahan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes. Genangan air masih ‘awet ngendon’ di dalam rumah warga.

“Rumah masih terendam banjir, sejak semalam. Di sini pasti langganan banjir, tapi dibandingkan tahun lalu lebih parah sekarang,” ujar Hadi Warsito yang rumahnya masih terendam banjir Jumat (1/2/2019).

Hadi mengatakan air yang membanjiri rumahnya tidak serta merta langsung surut. Setidaknya butuh dua hari agar air tersebut surut dengan catatan tak ada hujan lagi.

Baca Juga  Banjir Di Surabaya Makan Korban Jiwa

“Biasanya dua hari lagi surut airnya, itu kalau nggak hujan lagi” kata Hadi.

Hadi yang juga ketua RT tersebut mengaku problem banjir musiman ini sudah dilaporkannya ke Pemkot Surabaya. Namun masih saja tetap terjadi. Warga meminta agar pemkot segara membangunkan rumah pompa agar air cepat surut.

“Saya sudah berulang kali bersama warga lapor ke pihak Kelurahan. Kalau di sini tidak ada rumah pompa ya akan seperti ini terus. Sebab dulunya sudah dibangunkan gorong-gorong untuk pembuangan saluran air ke sawah. Namun kini, gorong-gorong tersebut tidak berfungsi lagi karena ditutup oleh pembangunan Pakuwon Jati,” tandas Hadi.

Meski tak separah rumah Hadi, namun Suparti juga serepot Hadi. Air yang menggenangi rumahnya belum surut benar. Namun ia berusaha membuangnya. Suparti sekaligus membersihkan lumpur yang masuk rumah bersama air.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Makin Serius Cegah Banjir

“Banjir sejak Magrib kemarin sekitar pukul 18.00 setinggi lutut orang dewasa dan paling dalam sampai pusar,” kata Suparti.

Hal yang sama dirasakan oleh Nurul. Akibat banjir semalam, ia dan keluarganya harus mengungsi di Pos RT setempat untuk istirahat. Nurul tak sendiri. Di pos RT itu juga terdapat warga lain yang juga mengungsi karena rumahnya masih terendam air.

“Kawasan ini menjadi langganan banjir setiap tahun. Karena jujukan air terakhir semuanya di sini,” kata Nurul.wah/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here