Harusnya, Warga Panti Asuhan Dapat Akses Kesehatan Gratis

Surabaya (infosurabaya.id) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan mendesak agar Pemkot Surabaya memperhatikan warga Panti Asuhan. Tak hanya perhatian untuk kelangsungan hidup mereka, namun yang paling mendesak adalah jaminan layanan keseharan bagi warga panti asuhan.

“Para penghuni panti asuhan hidup karena donatur. Alangkah indahnya jika Pemkot Surabaya juga memperhatikan mereka dengan menberi jaminan layanan kesehatan gratis bagi anak-anak panti,” ucap Darmawan.

Cak Aden, panggilan politisi Gerindra ini, beberapa hari lalu berkunjung ke Panti Asuhan Muhammadiyah, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Dia menjenguk para penghuni panti asuhan yang sebagian besar masih anak-anak.

Cak Aden melihat kehidupan di tempat penampungan anak panti itu. Namun kehidupan mereka bisa terusik ketika tiba-tiba sakit. Sebab, hampir semua penghuni panti asuhan itu tidak diikutkan kepesertaan sebagai penerima layanan kesehatan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Padahal, penghuni panti rata-rata juga warga asli atau ber-KTP Surabaya.

“Harus diperjuangkan bahwa anak panti asuhan juga berhak atas jaminan layanan kesehatan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus mengcover semua anak panti asuhan,” tandas Cak Aden.

Baca Juga  Rentan Masalah Ekonomi, Ini Bisa Jadi Solusi Untuk Kota Surabaya

Mereka bisa diseleksi, yang mana warga asli Surabaya. Jika mereka asli warga kota ini harus diikutkan dalam program PBI (Penerima Bantuan Iuran). Yakni menjadi peserta BPJS namun dibayari APBD Kota Surabaya.

Pemkot selama ini mengcover keluarga miskin (gakin) berpenduduk Surabaya melalui jalur PBI.

Keikutsertaan warga ini tetap membayar iuran BPJS, namun pembayarannya ditanggung APBD. Aden siap memperjuangkan BPJS gratis bagi warga panti asuhan di Surabaya.

Cak Aden pun mengunjungi panti asuhan untuk mengupayakan jaminan BPJS tersebut. Kedatangan pimpunan DPRD dari Fraksi Gerindra itu disambut hangat oleh anak-anak panti dan pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya, Cabang Sawahan itu. Aden pun berdialog dengan pengurus dan anak panti asuhan.

Cak Aden bertekat memperjuangkan anak panti dan pengurus panti asuhan agar mendapatkan jaminan kesehatan BPJS secara gratis yang dibiayai oleh pemerintah kota (pemkot) Surabaya.

“Selama ini BPJS yang ditanggung pemerintah kota itu masyarakat tidak mampu, juga takmir masjid atau musala. Maka harus dimasukkan BPJS bagi anak-anak panti asuhan dan pengurus panti asuhan,” kata Cak Aden.

Baca Juga  Regulasi Denda 250 Ribu Jika Merokok Sembarangan Tuntas 3 Bulan Lagi

Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah, Kelurahan Putat Jaya, Sofyan Hadi mengatakan, pihaknya pernah mendapatkan jaminan kesehatan dari Pemerintah Pusat yakni dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun sejak tahun 2015 tiba-tiba program Presiden Jokowi ini tak berlaku dan harus beralih ke BPJS berbayar.

“Kantor BPJS Surabaya pernah datang ke panti kami menawarkan untuk anak panti itu diikutkan BPJS tetapi dengan catatan tidak gratis, harus bayar. Ya, jelas kami tidak mampu,” kata Sofyan.

Tentu itu sangat memberatkan bagi masyarakat, khusunya warga panti asuhan yang hidupnya bergantung pada donasi masyarakat.

Sofyan menjelaskan, untuk anak-anak di panti asuhanyan tersenut tidak hanya wajib sampai SMA saja tapi harus sampai S1, yang sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Maka dari itu dirinya berharap pemerintah mau memberikan jaminan kesehatan melalui BPJS kepada panti asuhan ini secara gratis.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here