Suara Jokowi Turun Di Kalangan Muslim Terpelajar

Surabaya (infosurabaya.id) – Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA teranyar menunjukkan elektabilitas Calon Presiden Inkumben Joko Widodo atau Jokowi turun di dua kantong pemilih. Yakni pemilih muslim dan terpelajar.

Tren penurunan ini tercatat selama lima bulan masa kampanye berlangsung. Di kantong pemilih muslim, tingkat keterpilihan Jokowi turun dari angka 52,7 persen di Agustus 2018 menjadi 49,5 persen di akhir Januari.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menjelaskan, tren penurunan itu terjadi lantaran pasangan calon presiden nomor urut 01 ini masih dianggap tak ramah terhadap Islam. “Selain itu, ada pula framing isu terkait hal tersebut yang muncul ke publik. Sentimen Islam masih lekat,” kata Adjie di kantornya, Jakarta Timur pada Jumat, 8 Februari 2019.

Baca Juga  Gerindra: Pendukung Jokowi Di Surabaya Massa Bayaran

Sementara di kantong pemilih kalangan terpelajar, suara Jokowi turun dari 40,4 persen pada Agustus 2018 dan menjadi 37,7 persen pada Januari 2019. Adjie mengatakan, hal itu terjadi karena karakter kaum terpelajar yang cenderung menginginkan perubahan dan kritis terhadap program-program pemerintah. “Dengan kata lain, kalangan terpelajar cenderung lebih kritis terhadap inkumben,” ujar Adjie.

Baca Juga  Mantan Ketua MK Lontarkan Kritik Ke Pasangan Nurhadi-Aldo

Survei teranyar LSI Denny JA ini dilakukan pada 18-25 Januari 2019, dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen.

LSI Denny JA melakukan survei terhadap enam segmen kantong suara selama 5 bulan masa kampanye. Meski turun di kantong suara muslim dan terpeljar, elektabilitas untuk Jokowi – Ma’ruf Amin meningkat di segmen minoritas, wong cilik, emak-emak, dan millenial.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here