Kirim Pesan Peduli Sesama, Film Ini Kisahkan Bom Surabaya

Surabaya (infosurabaya.id) – Peristiwa pengeboman di beberapa gereja di Surabaya pada 13 dan 14 Mei 2018 lalu meninggalkan bekas yang beragam di masyarakat, salah satunya bagi kelompok sineas muda se-Surabaya yaitu Lintas Sinema Surabaya.

Mengaku terluka atas tindakan para pelaku yang mengatasnamakan agama dalam pengeboman tersebut, Lintas  Sinema Surabaya mengangkatnya dalam film pendek berjudul How To Tell.

Abra Merdeka, Sutradara Film How To Tell menyampaikan, film tersebut dibuatnya secara sukarela bersama seluruh tim produksi.

Film tersebut disampaikannya bertujuan untuk melawan teroris dengan mengirimkan pesan bangkitkan kembali perasaan peduli sesama dan ‘tepo seliro’ atau toleransi di masyarakat melalui media film pendek berdurasi sekitar 20 menit.

“Ini cara kami melawan teroris. Kami ingin sadarkan semua orang yang menonton film ini, sebaiknya kita tumbuhkan lagi perasana tenggang rasa, tepo seliro. Jadi polisi untuk diri kita sensiri, menjaga satu sama lain,” ujar Abra.

Baca Juga  Joker Bakal Jadi Film Dewasa

Abra sendiri mengaku telah mengamati terorisme sejak tahun 2008. Belakangan ini, menurutnya pelaku terorisme banyak memanfaatkan kondisi masyarakat yang semakin tidak peduli satu sama lain, untuk menjalankam misinya.

“Masa ada tetangga kita merakit bom, kita nggak tahu? Berarti kan kita kurang peduli sama sekitar kita, nah itu yang dimanfaatkan oleh para teroris. Maka dari itu film ini kami buat,” paparnya.

Film pendek yang masuk dalam nominasi 100 besar official selection short film 14th IFF Australia 2019 itu ceritanya bergulir pada pergolakan batin tokoh bernama Irfan, tokoh utama yang diposisikan sebagai ‘pengantin baru’ (sebutan untuk pelaku bom bunuh diri yang baru bergabung).

Baca Juga  Thor Ingin Jadi James Bond

Dalam film tersebut, Irfan yang hendak melakukan bom bunuh diri, akhirnya berbalik arah setelah mengingat janji pada orangtuanya dan melihat bagaimana anak pemulung dapat bersikap peduli pada orang lain.

“Jadi apa aku sekarang? Bapak ibuku nggak akan mati karena bom, mereka akan mati karena malu,” cuplikan dialog Irfan yang diperankan oleh Kun Baehaqi Almas.

Kalimat itu disampaikannya dalam salah satu scne dengan mata menerah dan berair pada Abi, tetua kelompok bom bunuh diri yang diikutinya.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here