Kenapa Banyak Orang Suka Nyetir Motor Sambil Merokok?

Surabaya (infosurabaya.id) – Melihat pengendara motor yang berkendara sembari merokok sudah menjadi pemandangan umum di jalanan-jalanan.

Beragam alasan pun diutarakan oleh para pengendara motor yang sering merokok  ketika mengemudi motor ataupun mobil.

Alasan yang paling sering disebut adalah merokok dianggap dapat bisa mengurangi stres akibat kemacetan di jalan.

“Saya jarang juga merokok saat berkendara, kalau pun iya sesekali itu supaya santai aja,” ujar salah satu pengendara motor Maul.

Selain itu bagi beberapa pengemudi ojek online juga hampir mengatakan hal yang sama. Namun mereka mengatakan tidak pernah merokok saat melakukan pekerjaannya.

“Biasanya paling waktu santai aja, kalaupun saat berkendara itu saat akan menjemput pesanan dan mencari alamat biar ga bosen,” kata Mulyono di lain kesempatan.

Baca Juga  Surabaya Tak Boleh Terburu Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

Demi alasan keselamatan, pemerintah lewat Kementerian Perhubungan merilis aturan larangan merokok sembari berkendara yang tertuang dalam Permenhub RI Nomor 12 tahun 2019. Aturan itu melarang pengendara motor merokok dan kalau melanggar siap-siap denda Rp 750.000 menanti.

Meski menuai pro dan kontra aturan ini cukup disambut baik oleh para pengendara motor yang merasa risih dengan asap rokok.

“Menurut saya bagus walaupun memang saya merokok juga dan kadang-kadang tanpa sadar juga merokok saat berkendara,” ujar Fitra.

Selain Fitra, salah seorang pengendara ojek online juga mendukung adanya peraturan tersebut. Abang ojol bernama Munajib menyebut dirinya merasa terganggu dengan kelakuan pemotor yang merokok ketika berkendara.

Baca Juga  Lokasi Kawasan Tanpa Rokok Akan Bertambah, Denda Segera Berlaku

“Saya sih tidak keberatan, karena saya sadar juga kalau itu berbahaya dan mengganggu pengguna jalan lain. Kalaupun merokok saat berkendara saya hampir tidak pernah juga kebetulan,” sebut Munajib.

Namun menurut mereka peraturan perlu lebih diperketat dan rutin agar menjadi sebuah kebiasaan. Menurutnya jika tidak terus dijalankan aturan akan dianggap sepele dan akan memudar seiring berjalannya waktu.

“Menurut saya harus sering dijaring dan ditindak, kalau nggak ya bisa-bisa lupa orang-orang dan tidak peduli untuk melanggarnya,” sebut Otto yang juga ditemui detikcom di tempat berbeda.rwt/detik/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here