Diduga, Ada Kasus Bayi Tertukar Di RSUD dr Soetomo

Surabaya (infosurabaya.id) – Muhni (55) dan Siti Romlah (44), suami-istri warga Wonokusumo, Surabaya bingung saat kelamin bayinya berubah dari perempuan menjadi laki-laki. Siti sebelumnya menjalani operasi sesar di RSU dr Soetomo, Surabaya, Jumat (12/4) sekitar pukul 19.30 Wib.

Usai operasi, tim dokter yang menangani operasi sesar mengatakan jika bayi Siti Romlah berjenis kelamin perempuan. Namun, selang dua hari atau Minggu (14/4), salah seorang perawat sambil mengantarkan bayi mengatakan berjenis kelamin laki-laki.

Menjawab teka-teki kelamin bayi itu, Mughni dan Siti Romlah meminta pendampingan hukum kepada M Sholeh untuk melakukan protes kepada pihak rumah sakit, Senin (15/4/2019).

“Ya itu saya bingung lha wong Jumat setelah istri operasi sesar, saya diberitahu tim dokter jika bayi kami perempuan. Juga saat saya didampingi saudara untuk menerima ari-ari, saya dibilangi lagi kalau bayi saya perempuan,” kata Mughni saat ditemui di depan IGD RSU dr Soetomo Surabaya.

Baca Juga  Surabaya Dinilai Kurang Ramah Anak

Mughni yang mengaku dari keluarga kurang mampu itu meminta tolong kepada M Sholeh jika dirinya tidak memiliki biaya untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

“Saya nggak punya duit Mas. Ini aja pake Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kerja saya mbecak jadi gak punya uang buat proses ini-itu. Apalagi kalau pake tes-tes segala. Awalnya takut minta tolong Pak Sholeh. Tapi Alhamdulillah beliau mau tanpa bayaran,” ujarnya.

M Sholeh mengatakan berubahnya kelamin bayi Muhni dan Siti Romlah itu atas kesalahan rumah sakit yaitu dugaan tertukarnya bayi tersebut. Namun, saat mendatangi untuk meminta jawaban dugaan tersebut, dirinya tidak ditemui oleh tim dokter maupun management rumah sakit.

Baca Juga  Surabaya Punya Ambulance Khusus Bayi

“Kami akan urus hingga selesai. Yang terpenting adalah pertanggungjawaban dari pihak RS, dan ini kasus pertama yang kami tangani dugaan keteledoran RS terhadap bayi seseorang. Apa lagi kelurga Pak Mughni kurang mampu dari segi ekonomi dan membutuhkan pertolongan,” katanya.

Sholeh menegaskan jika kasus itu tidak terselesaikan, pihaknya berjanji akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

“Harus ada konfirmasi dari pihak RS kok bisa berubah dalam dua hari. Apakah kesalahan ucap atau ada unsur unsur lain?. Jika tidak ada keterangan hingga hari ini, kami akan minta RS fasilitasi untuk tes DNA,” tukasnya.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here