Kasus Salah Hitung Di Surabaya Dapat Perhatian Khusus DPR RI

Surabaya (infosurabaya.id) – Kasus salah hitung dan suara hilang di Pileg 2019 di Kota Surabaya mendapatkan perhatian khusus dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria.

“KPU dan Bawaslu akan dipanggil oleh Komisi II DPR RI terkait adanya permasalahan yang massif dan terstruktur di Kota Surabaya. Nanti biar mereka turun ke daerah,” ujar Riza, Jumat (19/4/2019).

“Berbagai bukti kecurangan suara hilang ini sudah masuk aduannya ke DPR RI, akan kami tindak lanjuti. Mulai dari form C1 yang berbeda dengaj C1-Plano, hingga hitungan suara berbeda yang selisihnya masuk ke salah satu partai,” pungkasnya.

Baca Juga  Data Situng Bukan Hasil Resmi Penghitungan Suara

Untuk diketahui, proses rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 diwarnai banyak temuan kesalahan. Salah satunya adalah banyaknya perbedaan hasil pada lembar rekapitulasi dan lembar plano.

Dari Partai Kebangkitan Bangsa misalnya. Ketua DPC PKB Kota Surabaya Musyafak Rouf mengungkapkan jika data yang mereka miliki menunjukkan adanya jumlah tinggi terkait form C1 salah hitung.

“Data kami menunjukkan jika 29.1 persen form C1 salah hitung. Lalu ada 7.35 persen form C1 tidak wajar. Salah satu buktinya adalah di TPS 08 Kelurahan Karah misalnya. Disitu jumlah suara sah kami berdasarkan plano harusnya 36, tetapi di rekap hanya ditulis 6,” tegasnya.

Baca Juga  Rekapitulasi KPU Jatim Diwarnai Aksi Ricuh

“Harus itu KPU membuka semua data agar salah-salah hitung dapat ditemukan secara lengkap dan tidak merugikan,” pungkas Musyafak.

Selain PKB, desakan yang sama pun juga muncul dari partai lainnya. Diantaranya adalah Nasdem dan Hanura yang turut sepakat untuk melakukan tuntutan serupa kepada KPU.wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here