Gubernur Khofifah Ciptakan Puisi Untuk Ani Yudhoyono, Begini Isinya

Surabaya (infosurabaya.id) – Kepergian salah satu Ibu Negara yang pernah dimiliki Indonesia almarhumah Ani Yudhoyono memberikan duka mendalam. Tak terkecuali bagi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menyampaikan dukanya melalui catatan puisi.

Puisi berjudul Pulang itu ditulis Khofifah sehari menjelang upacara pemakaman almarhumah Ani Yudhoyono. Dalam puisinya, Khofifah menjelaskan tentang dunia yang singkat dan fana. Namun, dalam kehidupan yang telah dijalaninya, sosok Ani Yudhoyono telah menjadi teladan bangsa. Dan kepulangannya (wafat), adalah jalan untuk meraih cinta Allah di Surga.

Karena dunia adalah tempat persinggahan…
Kita hidup sesaat, lalu pergi meninggalkan_
Sebab dunia adalah tempat yang fana..
Kita yang hadir, akan berganti untuk mengisi
Dan dunia adalah tempat untuk menanam amal
Kita yang datang, akan beramal lalu pulang
Teruntuk sosok manusia yang menjadi teladan
Pulangmu memang menjadi luka..
Bagi kami, anak bangsa dari penjuru negeri
Pulangmu memang menjadi duka..
Bagi kami, yang rindu sosok Ibu Negara nan penuh inspirasi
Tapi kami tahu, bahwa pulangmu adalah jalan
Untuk Tuhan merengkuh segenap cinta, kepada hamba yang mulia di surga-Nya
Selamat Jalan, Ibu Ani.

Selain menuliskan puisi, Gubernur Khofifah sebelumnya juga melaksanakan sholat ghoib bersama ribuan jamaah Masjid Al-Akbar Surabaya untuk mendoakan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono, Sabtu (1/6) siang.
Gubernur Khofifah mengatakan, sebelum melaksanakan sholat ghoib ini, dirinya telah mengajak seluruh masyarakat Jatim lewat media sosial, untuk mendoakan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono dengan berbagai cara, baik dengan membaca Surat Al-Fatihah, membaca tahlil, atau melakukan sholat ghoib secara berjamaah di masjid/musholla di lingkungan terdekat.

Baca Juga  SBY Anggap Pernyataan Prabowo Di Cikeas Tidak Elok, Kenapa?

Di mata Gubernur Khofifah, almarhumah Ani Yudhoyono merupakan seorang wanita yang tegar, dan kuat. Kesan itu dialaminya saat mengundang almarhum dalam berbagai acara.

“Saya ini kan pimpinan ormas, jadi saya berapa kali mengundang beliau. Namun ketika beliau harus mendampingi suaminya, Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), maka beliau akan memprioritaskan mendampingi Pak SBY, yang waktu itu menjadi kepala negara,” katanya.

Ditambahkannya, kesetiaan dan pengabdian almarhumah Ibu Ani Yudhoyono membuatnya teringat akan pepatah yang mengatakan bahwa dibalik suksesnya seorang laki-laki, terdapat wanita hebat yang ada di belakangnya. Hal inilah yang dilihatnya saat mengenang sosok almarhumah, dimana Ibu Ani mampu mengiringi suksesnya Pak SBY selama sepuluh tahun memimpin negeri ini.

“Saya rasa, support seorang Ibu Ani Yudhoyono didalam mengiringi suksesnya Pak SBY adalah sesuatu yang kita semua melihat sangat kuat sekali, karena support itu tidak sekedar secara teknis, tetapi juga secara psikologis,” lanjutnya.

Baca Juga  Demokrat: Bu Ani Sosok Luar Biasa

Gubernur wanita pertama di Jatim ini lantas mencontohkan bagaimana support almarhumah yang begitu besar kepada suaminya, dimana pernah suatu ketika dirinya sedang berbincang dengan SBY yang saat itu menjabat sebagai Menkopolhukam dalam sebuah pertemuan di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan.

“Bu Ani kebetulan telepon saya saat itu, sambil bercanda beliau bilang, Mbak. tolong sampaikan ya ke bapak SBY kalau saya menunggu dengan sabar di rumah, kata Khofifah, menirukan perkataan Ani Yudhoyono,” tutur dia bercerita. Pesan itu lantas disampaikannya kepada SBY saat berbincang santai dengan beberapa menteri.

Dari contoh tersebut, Gubernur Khofifah menilai bahwa kekuatan hubungan emosional dalam keluarga SBY dan bu Ani dapat menjadi referensi, khususnya dalam membangun family resilience, atau ketahanan keluarga bagi masyarakat Indonesia di era sekarang. “Ini menjadi penting untuk kita jadikan referensi, sebab ada kerentanan keluarga di hari ini. Nah, sosok pak SBY dan bu Ani saya rasa khalayak akan sangat setuju bahwa ini adalah salah satu referensi betapa mereka dapat menjaga ketahanan keluarga dengan luar biasa,” ujarnya.wah/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here