Pancuran Ini Bernama Sumber Tetek

Pasuruan (infosurabaya.id) – Krisis air sudah dialami warga Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Ratusan warga di lereng Gunung Penanggungan ini mengandalkan air dari sumber yang ada di situs purbakala Candi Sumber Tetek.

Meski musim kemarau belum berlangsung lama kekeringan sudah melanda kawasan ini. Lebih dari 57 Kepala Keluarga atau 229 jiwa harus berjuang keras mendapatkan air. Mereka terpaksa mengambil air dari pancuran yang ada di Candi Sumber Tetek.

Untuk mendapatkan air, setiap hari warga rela antre dengan jeriken menunggu giliran mengisi air. Antrean berlangsung lama karena selain banyaknya warga yang membutuhkan, di candi peninggalan masa Airlangga ini hanya terdapat dua pancuran. Pancuran air dari sumber di Gunung Penanggungan ini mengisi kolam pemandian yang merupakan struktur utama situs.

Baca Juga  Kekeringan Ektrem Diprediksi Landa Jatim

Selain antre, warga juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar minyak (BBM) kendaraaan. Lokasi candi yang berada di Dusun Belahan relatif jauh dari pemukiman.

“Isi air untuk minum, mesti ke sini ambilnya,” Irsyad, salah seorang warga saat mengambil air bersih, Minggu (16/6/2019).

Warga menggunakan air dari Candi Sumber Tetek untuk air minum, keperluan memasak dan cuci serta mandi. Sebagian warga memanfaatkan waktu menunggu antrean dengan mandi di kolam.

Baca Juga  PDAM Jamin Distribusi Air Bersih Selama Ramadan Hingga Lebaran

“Air juga dipakai untuk minuman ternak,” terang Irsyad.

Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol masuk lokasi rawan krisis air setiap tahun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, belum melakukan penyaluran air bersih ke desa ini maupun 20 desa rawan kekeringan lainnya.

“(Distribusi air) menunggu menunggu asesmen dari desa terdampak. Saat ini masih siaga dan koordinasi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana.detik/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here