Di Mexico, Bakal Ada Patung Bung Karno

Surabaya (infosurabaya.id) – Kabar mengenai pembangunan patung Presiden pertama RI, Ir. Soekarno oleh seniman Mexico, memunculkan banyak tanggapan dari khalayak. Salah satunya dosen sekaligus pakar Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UNAIR), Joko Susanto.

Sebelumnya, kabar pembangunan patung preisden pertama RI ini sudah tersebar luas pada awal 2019. Hal ini dibenarkan oleh KBRI di Mexico City yang dibuktikan dengan ditandatanganinya kontrak antara KBRI Mexico City dengan departemen kebudayaan Mexico sekaligus, pematung asal Mexico, Edyza Pozaneli.

Joko mengungkapkan bahwa ada hal penting yang perlu dipahami dari didirikanya patung Soekarno di sana. Karena, perlu digarisbawahi bahwa Soekarno tidak sendirian di sana. Ada juga patung Mahatma Gandi, Marthing Luther King hingga Abraham Lincoln.

Saat ditemui di Kantor Stratagem Indonesia, menurut Joko Ini lebih dari sekedar hubungan bilateral antara Mexico atau Indonesia. Ada pesan yang ingin disampaikan dari Walikota Mexico City, Claudia Sheinbaum dan Presiden Mexico Andrés Manuel López Obrador dengan membangun patung-patung tersebut.

Joko menjelaskan lebih lanjut, kedua tokoh berpengaruh di Mexico tersebut sedang mengirim pesan ke khalayak internasional. “Bisa jadi, sang walikota ingin menunjukan bahwa dia bukan hanya layak untuk sekedar Walikota Mexico City. Karenanya di punya visi internasional, yakni dengan membangun patung tokoh-tokoh inspiratif”

Baca Juga  Sudah Tahu Gedung Setan Banyu Urip?

Visi yang dimaksud adalah untuk memotong narasi apa yang ada di seberangnya, yaitu Amerika Serikat dengan pandangan politiknya yang sempit. AS di era Trump memang kerap menunjukan politik yang sempit, sektarian, tidak moderat hingga agresifitas membangun tembok perbatasan AS – Mexico.

Sheinbaum disini ingin menghadirkan tokoh-tokoh yang ‘melintas tembok’. Dirinya ingin menghadirkan narasi baru dengan hadirnya Lincoln, Gandhi, Soekarno dan Luther King di kotanya yang berhasil melewati ‘tembok’ perbatasan tersebut.

“sepertinya Mexico ingin melawan AS dengan menunjukan bahwa negaranya sangat terbuka dan menyambut siapapun,” tegas Joko.

Joko juga beranggapan bahwa perlawanan Mexico terhadap AS juga terlihat dari siapa saja patung tokoh yang dibangun. Mereka adalah tokoh-tokoh revolusioner, pembaharu dan demokratis.

Baca Juga  Kenalkan, Ini Dia Santa Musk

Dalam hal ini Joko juga menambahi dengan Indonesia yang seperti gayung bersambut. Melalui Soft Power Diplomasinya, banyak kemudian strategi kultural dan beasiswa-beasiswa dengan segala hal dihadirkan untuk menguatkan narasi politik di Mexico.

Indonesia memang terkenal dengan soft power diplomacy-nya sejak dulu. Sebagaimana Soekarno memprakarsai diplomasi tersebut dengan GNB (Gerakan Non Blok) dan KAA (Konferensi Asia Afrika).

“Hingga hari ini, Indonesia kerap kali hadir dengan kekuatan diplomasi yang halus. Diantaraya dengan menunjukan sebagai negara yang toleran, moderat, membuka banyak ruang dialog, hingga menyatunya demokrasi dan islam,” ucap lususan London School of Economic ini.

Terakhir, lulusan kampus ternama di London ini menguatkan jika ini adalah kabar positif bagi masyarakat ketika ada pembangunan patung Presiden pertama RI di luar negeri. Tepatnya di area strategis Lomas Vireyyes, Mexico City, Mexico.

“Ini menjadi bagian inspirasi untuk masyarakat indonesia dan dunia karena menunjukan keberhasilan dari Soft Power Diplomacy pemerintah RI di luar negeri,” pungkas Joko.wah/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here