Ini Tantangan Untuk Wujudkan Surabaya Modern

Surabaya (infosurabaya.id) – Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, nampaknya Wali Kota Surabaya suksesor Tri Rismaharini punya tantangan serius untuk menjadikan Kota Surabaya makin modern.

Hal itu muncul melalui acara Cangkrukan Sore-Sore yang digelar oleh Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya, Jumat (5/7/2019) di Jalan Jarak.

Dalam diskusi itu, praktisi media Errol Jonathans pun menitikberatkan jika modern bukan hanya pada pembangunan fisik. “Harusnya sistem informasi yang mudah terintegrasi acuannya,” katanya.

“Kota yang dianggap modern adalah dimana masyarakatnya mudah mencari informasi. Jadi bukan hanya perkara fisik,” tambah jurnalis senior itu.

Dengan asumsi yang kurang lebih sama, akademisi Kresnayana Yahya mengaku heran jika saat ini pembangunan Kota Surabaya belum mengacu pada budaya. Menurutnya, modern bukan hanya berarti pembangunan gedung megah semata.

Baca Juga  Aktifis '98 Deklarasi Maju Pilwali Surabaya Lewat Jalur Independen

“Keterlibatan budaya dalam pembangunan Kota Surabaya ini belum kelihatan. Padahal banyak kampus dan mahasiswa di Kota ini. Harusnya budaya itu dimaksimalkan,” ujarnya.

Di sisi lain, dalam diskusi bertajuk ‘Menuju Surabaya Modern: Apa dan Bagaimana?’ itu, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi yang juga hadir sebagai narasumber memastikan jika Pemkot Surabaya telah berproses untuk menjadi kota modern.

“Bappeko, dan tentunya Pemkot Surabaya, memastikan untuk selalu hadir sebagau fasilitator bagi setiap inovasi yang dilakukan. Jadi mayoritas kebijakan adalah dr bawah ke atas,” jelas Eri.

Baca Juga  Basuki Thahaja Purnama Masuk Bursa Pilwali Surabaya

“Kami saat ini telah bersinergi dengan banyak pihak untuk mengembangkan kampung-kampung di seluruh Surabaya. Harapannya, semua kampung di Surabaya harus bisa berkontribusi dan menghidupi masyarakat disana. Kota modern adalah terkoneksi secara digital dan semua masyarakatnya bahagia. Canggih saja tidak cukup. Kebahagiaan itu adalah modernitas yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu KOMPI juga telah merilis beberapa nama yang mereka anggap layak menjadi Wali Kota Surabaya penerus Tri Rismaharini. Beberapa diantaranya adalah politisi muda PSI Dhimas Anugrah, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Politisi PKB Fandi Utomo, dan Politisi Golkar Gus Hans.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here