Bantuan Pendidikan Di Surabaya Senilai 1.3 Juta/Siswa

Surabaya (infosurabaya.id) – Bantuan  Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) akan disalurkan langsung ke sekolah-sekolah saat hari pertama masuk sekolah nanti, Senin (15/7/2019).

Mendekati pemberian BOPDA, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (Bappeko), Ery Cahyadi, menyebut pihaknya sudah membahas dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Senin (8/7/2019), dan yang telah pasti disepakati adalah pemberian BOPDA per rombongan belajar (rombel).

“Tadi ada pembahasan, yang pasti disepakati BOPDA untuk per rombel. Tiap sekolah rombelnya beda-beda,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya di Kantor Bappeko.

Pemberian BOPDA berdasar per rombel, yang dihitung maksimal jumlah siswa 32 dan minimal 20 siswa.

BOPDA senilai Rp 5,3 juta per bulan untuk per rombel, sedangkan per siswa dihitung Rp 1,3 juta.

Angka ini lebih tinggi dibanding BOPDA sebelumnya, karena mengcover tidak hanya seragam sekolah yang wajib, tetapi juga lainnya seperti olahraga dan batik.

Baca Juga  Risma: Semangat untuk Para Peserta UNBK

BOPDA juga termasuk sepatu, tas, kaus kaki, badge, dan lain-lain. Menurut Ery, pemberian BOPDA sangat penting bagi peningkatan mutu pendidikan sekolah swasta, yang kini ketar-ketir karena jumlah siswa yang masuk lewat PPDB semakin sedikit.

Ia menegaskan, sekolah swasta tidak perlu khawatir penurunan mutu sekolah, karena tidak memengaruhi nilai BOPDA, dan kondisi belajar justru makin kondusif.

“Ketika guru mengajar 32 murid sama 20 murid, lebih bagus mana (hasilnya)?” katanya.

Ia berharap dengan pemberian BOPDA  per rombel ini, kualitas swasta tidak menurun, meski jumlah siswa berkurang.

Sebelumnya, Ery meyakinkan tambahan pagu negeri saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kemarin, tak perlu jadi momok bagi sekolah swasta karena tidak akan memengaruhi nilai BOPDA.

Baca Juga  Dari Mengamen, Raih Gelar Sarjana Hukum

“Jadi waktu penerimaan siswa baru, BOPDAtidak dihitung per siswa, tapi per rombel (rombongan belajar). Misal sekolah X sekelas 32 siswa, punya daya tampung 10 kelas, jadi dihitungnya langsung 320,” jelasnya.

Harapannya, kata Ery, meski nantinya satu kelas tidak terisi penuh 32 siswa, nilai BOPDA tidak berubah dan sekolah swasta punya kualitas setara dengan sekolah negeri.

“Sehingga, rombel ini tetap berkualitas, supaya semua sekolah swasta punya kualitas sama dengan negeri. Kan kualitas swasta dan negeri memang tidak boleh berbeda, semua kami tingkatkan,” pungkasnya.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here