Mantan Bos Media Asal Surabaya Terseret Korupsi

Trenggalek (infosurabaya.id) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Trenggalek menetapkan Direktur Utama PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) Tatang Istiawan  Witjaksono sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan penyertaan modal dalam usaha percetakan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU).

Selain dulunya menjabat sebagai Direktur Utama PT BGS, Tatang juga mantan bos sebuah media.
Perusahaan media itu, PT Surabaya Sore, bersama PDAU Kabupaten Trenggalekmembentuk perusahaan percetakan PT BGS di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

Tatang diperiksa sebagai tersangka selama delapan jam di Kantor Kejari Trenggalekhingga sekitar pukul 19.30 WIB, Kamis (18/7/2019). Setelah itu, Tatang dibawa ke klinik untuk menjalani cek kesehatan.

Baca Juga  Ketua KPK Bingung Kapan Korupsi Hilang

“Apabila cek kesehatan memungkinkan untuk ditahan, dia kami tahan. Jika tidak, apa boleh buat, kami jadikan tahanan kota,” kata Kejari Kabupaten Trenggalek Lulus Mustofa.

PT BGS dibentuk pada 2008 dengan modal dasar Rp 8,9 miliar. Sebagai pemilik saham sekitar 20 persen, PT Surabaya Sore harusnya menyetor Rp 1,7 miliar. Namun, kata Lulus, uang tersebut tak pernah disetor ke PT BGS.

Sementara PDAU telah menyetorkan dana Rp 7,1 miliar ke PT BGS. Lulus melanjutkan, Rp 5,9 dari dana itu ditransfer ke Tatang untuk membeli mesin cetak.

Baca Juga  Wali Kota Risma Diperiksa Kejaksaan Selama 2 Jam

“Mesin cetak yang dibeli dalam keadaan rusak,” tambah dia.

Lulus melanjutkan, Pemkab Trenggalekmenganggarkan Rp 1 miliar untuk biaya operasional PT BGS pada 2009. Sebagian dari uang itu menjadi temuan auditor.

“Total kerugian negara dari kasus ini sebesar Rp 7,3 miliar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Trenggalek periode 2005-2010, Soeharto, dijadikan tersangka untuk kasus yang sama pada 14 Mei 2019.

Ia diduga menyetujui pembentukan perusahaan percetakan PT PGS atas permintaan Tatang.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here