Soal Perbaikan Jalan Gubeng, Fikser Tuding Awey Banyak Omong

Surabaya (infosurabaya.id) – Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser membantah tudingan DPRD Surabaya dalam polemik perbaikan jalan Gubeng. Seluruh operasional diklaim merupakan tanggung jawab kontraktor proyek.

Ia menjelaskan, pada tanggal 4 Februari 2019, Pemkot Surabaya menerima uang ganti operasional yang sudah dikeluarkan dari PT Nusa Konstruksi Engineering (NKE).

Totalnya, sekitar Rp 671 juta. Ganti operasional tersebut setelah sebelumnya Pemkot berkirim surat kepada PT NKE pada 18 Januari 2019.

Jumlah tersebut dikatakan Fikser untuk mengganti operasional selama perbaikan sekitar seminggu. Peruntukkannya yakni, untuk pembayaran biaya BBM, biaya oli, sewa alat berat, biaya driver, operator dan satgas di lapangan.

Baca Juga  RS Siloam: Tragedi Jalan Gubeng Tanggung Jawab Kontraktor

’’Penggantian tersebut setelah Pemkot berkirim surat terkait biaya operasional perbaikan. Dana tersebut sudah masuk ke kas daerah,’’ katanya ketika dikonfirmasi, Rabu (24/7).

Mantan Camat Sukolilo Surabaya ini juga membantah tudingan Vinsensius Awey yang dinilai mengada-ada, soal dana talangan APBD.’’Orang-orang itu tidak kerja dilapangan cuma banyak omong,’’ tegasnya.

Menurutnya, Pemkot tidak mengeluarkan sepeserpun anggaran APBD dalam perbaikan Gubeng. Justru, biaya operasional perbaikan sudah ditagihkan kepada PT NKE.

Baca Juga  Polisi Sayangkan Lemahnya Pengawasan Ijin AMDAL Hingga Timbul Musibah

Pencairan biaya tersebut juga tidak ada penundaan. Sehingga, Pemkot langsung bergerak cepat dalam perbaikan. Alhasil, penilaian Dewan Surabaya terkait penggunaan dana talangan terpatahkan.

’’Kita tidak ada dana keluar. Yah, kan dia teriak (Dewan) Cuma sampai tanggal ini saja toh. Sudah habis,’’ pungkas Fikser.wah/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here