Pemprov Jatim Serius Perangi Kemiskinan

Surabaya (infosurabaya.id) – Pemprov Jatim melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunkan angka stunting. Hal ini dilakukan dari lingkup terkecil melalui pembangunan masyarakat di desa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, dari langkah ini, diharapkan kenaikan IPM bisa melahirkan generasi unggul yang memiliki daya saing tinggi, sehingga memiliki dampak strategis dalam mempercepat penyejahteraan masyarakat Jatim.

“Jika SDM kita unggul, masyarakat berdaya, Jawa Timur akan berkemajuan. Maka intervensi pembangunan di pedesaan di Jatim harus berfokus terutama untuk menurunkan kemiskinan dan stunting,” ujar Khofifah saat membuka Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Kota Batu, Selasa (3/9/2019).

Untuk itu, Khofifah meminta seluruh pihak berfokus pada dua hal penting, yakni menurunkan angka kemiskinan serta menurunkan stunting. Khofifah juga berpesan kepada wali kota dan bupati se-Jatim untuk mengkoordinasikan agar dana desa dialokasikan 10 persen untuk program pengentasan masyarakat dari kemiskinan.

Baca Juga  Ditargetkan, 2020 Tak Ada Desa Tertinggal Di Jawa Timur

Dari data yang ada, kemiskinan di Jatim per Maret 2019 adalah 10,37 persen. Kemiskinan di kota sebesar 6,84 persen, sementara di desa berada pada angka 14,43 persen. Angka kemiskinan di desa ini cukup tinggi, sehingga Pemprov Jatim harus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim.

Sementara itu, untuk menurunkan stunting, Khofifah menyarankan untuk berkoordinasi dengan bidan desa dan PKK. Di Jatim, Khofifah menyebut angka stunting masih tinggi.

Jumlahnya saat ini masih berada pada kisaran 32,81 persen dibanding dengan rata-rata nasional sebesar 30,8 persen. Khofifah mengatakan stunting memerlukan penanganan khusus dan serius.

Baca Juga  Usai Dilantik Besok, Khofifah-Emil Bakal Langsung Ke KPK

Untuk itu, Khofifah berharap, melalui rakor yang rencananya akan digelar selama empat hari tersebut, dapat terlahir program-program yang secara fokus bisa menjadi andalan dan unggulan yang berdampak langsung bagi masyarakat desa.

Selain itu, Khofifah meminta terjalinnya sinergi yang utuh antara kepala desa, pendamping profesional, tenaga ahli, bidan desa, dan para anggota PKK. Khofifah ingin seluruh pihak berfokus pada upaya penurunan kemiskinan dan stunting guna meningkatkan IPM Jatim.

“Melalui perbaikan dua hal tersebut, diharapkan bisa menciptakan IPM yang membaik dan SDM yang makin berdaya saing,” imbuhnya.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here