Surabaya (infosurabaya.id) – Diduga depresi, seorang pria di Sememi Surabaya melakukan  percobaan bunuh diri dengan cara menikam perut sebelah kanannya menggunakan pisau  dapur di kamar mandi rumahnya.

Pria itu bernama Satriya Utama (28). Bapak satu anak itu kesehariannya tak memiliki pekerjaan tetap alias serabutan.

Kanit Reskrim Polsek Benowo Ipda Jumeno mengungkap alasan korban bekat melakukan percobaan bunuh diri.

Dari informasi yang diperolehnya, korban nekat melakukan hal tersebut karena mengalami depresi pasca dua bulan ditinggal pergi istrinya, Irma.

“Depresi ditinggal istrinya, kalau tidak salah riwayat depresinya sudah berlangsung 2 bulan,” katanya.

Belum diketahui pasti penyebab sang istri meninggalkan korban semenjak dua bulan lalu. Namun, ungkap Jumeno, hal itu belakangan membuat korban mengalami depresi, hingga membuatnya enggan berbicara dengan siapapun termasuk pada keluarga.

Korban lebih sering mengurung diri di dalam kamar pribadinya. “Alasan ditinggal istrinya tidak ada yang tahu. Semenjak 2 bulan itu dia sudah murung dan sudah tidak mau berkomunikasi sama keluarganya,” ujarnya.

Selama ini, korban tinggal dengan kedua orangtuanya, Kartini (55) dan Ali Muhktar (53), dan seorang buah hati korban, Inka.

“Dia tinggal sama 2 orang tuanya dan 1 orang anaknya,” tukasnya.

Jumeno menerangkan, tubuh Satriya yang terkulai lemas di dalam kamar mandi bersimbah darah diketahui pertama kali oleh ibunya, Kartini.

“Saat itu ibunya pertama kali yang menemukan korban,” jelasnya.

Saat ditemukan pertama kali, ungkap Jumeno, kondisi mulut korban muncul banyak busa berwarna putih. Jumeno menduga, korban semua berniat mengakhiri hidup dengan menenggak obat-obatan dalam jumlah banyak.

“Kami belum memastikan obat-obatan apa yang diminum korban,” paparnya.

Namun hal itu tak kunjung membuat korban meregang nyawa, lalu akhirnya korban menikam dadanya menggunakan pisau dapur.

“Mungkin dia tadi banyak meminum obat dan jenis obatnya kami tidak mengetahui, akibatnya overdosis, karena tidak mati-mati si korban langsung menikam ke bagian perutnya,” ungkapnya.

Melihat kondisi anaknya seperti itu, ungkap Jumeno, Kartini meminta bantuan warga. Tak lama kemudian tibalah Tim Medis Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya untuk memberikan pertolongan pertama.

Dan untungnya nyawa korban masih bisa tertolong, kini korban dirawat intensif di RS Bakti Dharma Husada.

“Sudah dapat penanganan medis langsung mas, jam 12.30 WIB korban dibawa ke RS BDH, biar ditangani oleh dokter disana,” pungkasnya.dya/wbw

1 Comment

  1. Astagfirullah… Istighfar sing akeh dulur, jgn mudah putus asa jgn biarkan pikiran kita kosong hingga setan memperdaya pikiran kita, kuatkan iman perbanyak dzikir, insha allah Allah akan selalu menjaga kita

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here