Polisi Ungkap Hambatan Penyelidikan Kasus Teror Ular Asrama Mahasiswa Papua Surabaya

Surabaya (infosurabaya.id) – Polisi tengah menyelidiki siapa pelaku teror pengiriman ular ke Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan, Surabaya. Namun ada beberapa hal yang menjadi penghambat.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan pihaknya ingin melakukan olah TKP. Tapi hingga kini mahasiswa Papua belum mengizinkan polisi memasuki AMP.

“Sedang diselidiki. Kami masih mau masuk untuk mengolah TKP. Kami ingin tahu yang sebenarnya tapi kami tidak bisa masuk,” kata Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga  Di Jayapura, Puluhan Massa Pro Papua Merdeka Diamankan Polisi

Luki menambahkan pihaknya akan menindak tegas jika ada pelaku teror ular yang tertangkap. Selain itu, Luki menyebut polisi tak akan pandang bulu dalam menindak semua pelaku kejahatan.

“Kami akan lakukan proses hukum apabila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Dari awal kasus saya sudah buktikan tanpa pandang bulu, masalah penghinaan, rasis, provokasi ini proses semuanya. Kita ingin olah TKP, tapi tidak bisa masuk,” imbuhnya.

Baca Juga  Update Terbaru Kasus Perusakan Bendera Di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya

Tak hanya itu, Luki juga menyinggung terkait kasus perusakan bendera hingga ujaran rasialisme di AMP yang belum usai penyidikannya. Menurutnya, hal ini terganjal saksi dari pihak mahasiswa Papua yang susah dimintai keterangan.

“Sampai sekarang belum. Kami minta pemeriksaan saksi dari kasus yang sekarang kita selidiki, kami minta saksi belum bisa. Kami berharap saudara di wisma berkenan diperiksa karena ini negara hukum. Kami ingin masalah ini cepat selesai,” pungkasnya.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here