Surabaya (infosurabaya.id) – Pemprov Jatim mencairkan Dana Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) 2019-2020 tahap tiga bulan pertama. Total dana yang dicairkan mencapai Rp 80,57 miliar dan sudah disalurkan kepada 424 SMA Negeri.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pencairan dana tersebut merupakan wujud komitmen Pemprov Jatim dalam Program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas). Untuk itu, ia berpesan agar para pelajar lebih giat lagi belajar.

“Alhamdulillah sudah dicairkan. Ini adalah salah satu perwujudan program pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Maka pesan saya buat anak-anakku, pelajar SMA/SMK Negeri dan swasta Se-Jawa Timur belajar yang rajin ya,” kata Khofifah.

Selain SMAN, Pemprov Jatim juga mengalokasikan dana untuk sekolah kejuruan atau SMK dan sebanyak 297 lembaga. Total dana yang dianggarkan yakni mencapai Rp 137,49 miliar. Sama dengan BPOPP, dana tersebut juga nantinya untuk membiayai kegiatan pendidikan di masing-masing sekolah atau lembaga yang menerima.

Khofifah mengakui, pencairan dana sempat mengalami keterlambatan dan kendala karena banyak sekolah diketahui belum mengirimkan nomor rekening. Sebab, mekanisme pencairan BPOPP TisTas Jatim ini harus disalurkan melalui rekening sekolah.

“Kemarin ada kendala, saat kami evaluasi ternyata karena masih ada sekolah yang belum mengirimkan nomor rekening,” tutur mantan menteri sosial itu.

Dikatakan Khofifah, Pemprov Jatim juga saat ini tengah menyiapkan program lanjutan TisTas untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan swasta berupa pemberian subsidi SPP. Renacana tersebut kini masih dalam proses pembahasan dengan DPRD Jatim.

“Kita juga merencanakan akan memberikan subsidi SPP Madrasah Aliyah. Insya Allah tahun ajaran baru bulan Juli tahun 2020. Sekarang sedang menunggu proses pembahasannya serta besaran alokasi anggarannya dengan DPRD Jatim,” lanjutnya

Program Pendidikan TisTas sendiri merupakan program prioritas yang pernah dijanjikan dalam masa kampanye Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Dardak. Dalam program tersebut, Pemprov Jatim akan menyubsidi SPP untuk jenjang SMA dan sederajat guna menunjang indeks pembangunan manusia (IPM) di Jatim.

“Kami berharap, dengan program pendidikan gratis dan berkualitas di Jawa Timur bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur yang kini masih peringkat 15 nasional,” pungkas Khofifah.dya/wbw

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here