Peminat Minyak Goreng Curah Masih Tinggi

Sidoarjo (infosurabaya.id) – Kebutuhan minyak goreng yang ada di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sidoarjo masih cukup tinggi, di mana rata-rata setiap penjual mampu melepas minyak goreng curah sebanyak 20 liter setiap harinya.

Salah satu penjual minyak goreng di Pasar Taman, Sidoarjo, M Imam, Selasa, mengatakan, dalam sehari dirinya mampu menjual minyak goreng curah sebanyak 20 liter.

“Kami menjualnya seharga Rp9 ribu perliter. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan dijual dengan harga sekitar Rp12 ribu perliternya,” katanya di Sidoarjo.

Menurut dia, kebanyakan pembeli minyak goreng curah di tempatnya adalah pedagang gorengan dan juga para pedagang kaki lima.

Baca Juga  Sejak Awal Tahun, Ada Lebih Dari 100 Kasus Pencurian Motor

“Sedangkan untuk konsumen minyak goreng kemasan adalah dari ibu rumah tangga, karena kualitas minyak goreng kemasan masih lebih bagus dari minyak goreng curah, yang cepat menghitam setelah digunakan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Suwarno salah seorang pedagang di Pasar Larangan Sidoarjo yang mengaku jika direncanakan sehari mampu menjual minyak goreng curah mencapai 25 liter setiap harinya.

“Konsumen masih banyak yang minat sama minyak curah. Dalam sehari, kami mampu menjual hingga 25 liter minyak goreng curah,” katanya.

Dirinya berharap supaya minyak goreng curah tetap ada dan peredarannya tidak dilarang oleh pemerintah.

Baca Juga  Ada Layanan Ambulance Gratis Untuk Warga Sidoarjo

“Masyarakat masih membutuhkan minyak curah. Mungkin masyarakat bisa beralih dari minyak curah ke minyak kemasan bila harganya setara,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan mengajak produsen minyak goreng untuk menjual minyak goreng kepada konsumen dalam bentuk kemasan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Pada Januari 2020 nanti tidak ada lagi minyak goreng curah sampai ke desa, sampai ke pelosok hingga ke pasar-pasar,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam acara “Launching Wajib Kemas Minyak Goreng Dalam Rangka Mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri” di Jakarta, Minggu.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here