Pernyataan Gubernur Khofifah Soal GBT Disesalkan Warganet

Surabaya (infosurabaya.id) – Warganet di media sosial menyoroti pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tentang bau sampah di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Pantauan di sejumlah media sosial yang membahas tentang Stadion GBT, Sabtu, tidak sedikit yang menyesalkan pernyataan orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut.

“Kudune sampean iku ngekek i solusi terbaik e yo’opo ngunu Bu, gak malah maido tok, gak isin ta karo mak Risma sing mati2 an ngembangno Suroboyo. Kami tdk butuh teori Bu, kami butuh tindakan sing nyoto. (Seharusnya anda memberi solusi terbaik bagaimana bu, tidak semakin mengatakan itu saja. Tidak malu dengan Bu Risma yang mati-matian mengembangkan Surabaya. Kami tidak butuh teori bu, kami butuh tindakan yang nyata),” tulis salah seorang warganet, Ainul Rofik, di kolom komentar.

Baca Juga  Polemik Bau Sampah, Wali Kota Risma Sidak Langsung GBT

Kalimat-kalimat tak kalah pedasnya juga disampaikan warganet yang mayoritas dikomentari oleh orang-orang Surabaya dan tidak ingin rencana Stadion GBT menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun 2021 terganggu.

Stadion GBT Surabaya menjadi satu di antara 10 stadion yang diajukan PSSI sebagai venue menggelar Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Rinciannya, Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya, Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor dan Stadion Manahan di Solo.

Berikutnya, Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, Stadion Mandala Krida di Yogyakarta, Stadion Jakabaring di Palembang, Stadion Wibawa Mukti di Cikarang Timur, Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, serta Stadion Si Jalak Harupat di Bandung

Sebelumnya, Gubernur Khofifah mengkhawatirkan bau sampah di TPA Benowo yang masuk ke Stadion GBT Surabaya saat perwakilan FIFA melakukan peninjauan ke lokasi salah satu arena Piala Dunia U-20 tahun 2021 di Indonesia.

Baca Juga  17 Milliar Disiapkan Untuk Buat Gelora Bung Tomo Makin Megah

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menyampaikan kekhawatiran tersebut selama ini bisa diatasi karena setiap ada laga sepak bola sudah ada penanganan khusus untuk menghilangkan aroma sampah.

“Untuk masalah sampah sudah teratasi, apa lagi perkara baunya. Ambil contoh saat ada tim main, pasti ada upaya untuk menghilangkan bau dengan menyemprot sampah dengan obat, agar tidak bau,” katanya.

Febri juga menambahkan saat sore dan tidak ada pertandingan sepak bola di Stadion GBT sehingga wajar jika di sekitar lokasi TPA dan pengolahan sampah Benowo tercium bau sampahnya.

“Memang jika tidak ada aktivitas sepak bola, kan ada pengolahan sampah menjadi listrik di sana, tapi waktu ada pertandingan dipastikan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) tidak aktif,” tuturnya.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here