Gubernur Khofifah Kritisi Perjalanan Wali Kota Risma Ke Luar Negeri?

Surabaya (infosurabaya.id) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyindir kepala daerah di Jatim yang sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri dan mengklaim tidak menggunakan dana APBD, melainkan dibiayai pihak pengundang.

“Surat yang masuk (ke Gubernur Jatim) rata-rata APBD. Jadi, kalau betul dibiayai dari pengundang, saya khawatir malah dobel budget (anggaran ganda) atau suratnya yang salah ketik,” kata Khofifah kepada wartawan usai Rakor Provinsi Jatim Tahun 2019 di Grand City Surabaya, Jumat (22/11/2019).

Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan, ketika ada kepala daerah yang izin ke luar negeri, di setiap surat yang dikirim tercantum tujuan dan siapa yang membiayai. Namun, Khofifah sekali lagi menegaskan bahwa, rata-rata menggunakan APBD.

“Boleh dicek suratnya, karena surat ini sampai ke Kemendagri. Kalau diundang dan dibiayai dari pengundang itu biasa. Kalau memang dibiayai (pengundang), saya takut malah dobel budget,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menyatakan, agenda kunjungan kerja Walikota Surabaya ke luar negeri tidak menggunakan APBD. Sebab, mayoritas pembiayaan atau akomodasinya selama perjalanan ke luar negeri itu ditanggung oleh pengundang. Bahkan, tak jarang pula akomodasi itu ditanggung oleh The United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG Aspac), karena Risma juga menjabat Presiden UCLG Aspac.

“Ada pemberitaan yang kurang tepat yang harus Pemkot luruskan. Di antaranya, Bu Walikota tidak sampai 14 kali ke luar negeri. Selama 2019 hanya ke luar negeri sebanyak sembilan kali. Ada beberapa agenda ke luar negeri yang batal dihadiri Bu Wali Kota,” kata Febri, Selasa (19/11/2019) lalu.

Febri menuturkan, dari kesembilan agenda tersebut, semua adalah undangan bukan kunjungan kerja inisiatif Pemkot Surabaya. Begitu pula dengan biayanya, mayoritas dibiayai pengundang, sehingga lawatan tersebut tidak memberatkan APBD Kota Surabaya.

Contohnya agenda pada 19 Februari 2019 di New York, Amerika Serikat, Risma diundang Presiden Majelis Umum PBB dan Direktur FAO. Biaya ke Amerika Serikat tersebut sepenuhnya ditanggung panitia. Dalam kunjungan itu, Risma menjadi pembicara terkait ketahanan pangan dan program urban farming di Surabaya.

Selain itu, Febri menyebut, Tri Rismaharini juga sering ke luar negeri dalam kapasitasnya sebagai Presiden UCLG Aspac. Seperti pada 21-24 Mei 2019 di Yi Wu Tiongkok, 4-7 September di Makati Filipina, 24-25 September di New York dan pada 15-18 Oktober di Cologne, Jerman.

“Kunjungan-kunjungan itu tidak menggunakan APBD Kota Surabaya sama sekali. Semua biaya ditanggung pengundang. Dan, yang lebih membanggakan lagi untuk Surabaya, Bu Risma diundang dan memberikan paparan atau sebagai pembicara. Bukan sekadar diundang untuk menghadiri atau hanya seremonial belaka,” ungkap Febri.wah/wbw

12 KOMENTAR

  1. Bu Risma memang hebat
    Kalau memang ada yang lebih baik dari bu risma tolong berikan bukti bukan cuman janji
    Surabaya is heros city
    I LOVE SURABAYA

    Salam satu nyali WANI😁😁😁🐊🐊

  2. Bu Risma ibunya wong Suroboyo…memang Josss….sejak di pegang beliau kotanya jadi bersih dan hijau. Wajarlah ada kunjungan ke LN tapi jelas tujuannya, studi banding untuk improvement kota Surabaya agar lebih baik lagi…cocoknya jadi Gubernur bu Risma.

  3. Gak papa keluar negri utk undangan internasional dari pada neng kaji gak onok penghargaan blas tapi nyocot

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here