Pola Pendidikan 5.0 Diminta Kembangkan Minat Dan Kemampuan

Surabaya (infosurabaya.id) – Metode pembelajaran dalam dunia pendidikan kian menghadapi tantangan kedepan. Perubahan pola kurikulum seharusnya ditekankan berdasar kepada minat dan skill.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam agenda Seminar Nasional Pendidikan: Kebebasan Pendidikan Indonesia Mewujudkan Indonesia Merdeka Dalam Belajar.

Kegiatan tersebut digelar oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (3/12/2019).

Turut hadir sebagai pemateri Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Dr. Nunuk Hariyati, M.Pd selaku Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa Surabaya.

Menurut Nunuk, kebebasan belajar merupakan kunci perubahan pendidikan. ’’Khususnya dalam menghadapi era society 5.0,’’ terang dia.

Saat ini, metode pendidikan yang sudah berjalan di era 4.0 dirasa masih membebani bagi siswa dan mahasiswa. Menurut alumnus Universitas Negeri Malang ini, pola kedepan pendidikan seharusnya memperhatikan dari perubahan revolusi industri.

Baca Juga  Proyek Kebun Raya Mangrove Surabaya Mulai Digarap

’’Jika melihat kedepan, seharusnya yang menjadi titik tolak pendidikan harus sudah dibawa kepada metode minat dan bakat serta soft skill siswa,’’ terang Nunuk.

Dengan begitu, lanjut Nunuk kebebasan belajar para siswa diharapkan bisa mampu merubah pendidikan kedepan. Selain itu, negara harus hadir dalam menuntaskan sekaligus memberikan pemerataan pendidikan di masyarakat.

Hal tersebut direspon positif oleh Whisnu Sakti. Ia menerangkan, implementasi ini jauh hari sudah diterapkan sejak di masa pemerintahan Bambang DH.

’’Surabaya satu-satunya kota pertama di Indonesia yang sudah menerapkan pendidikan gratis mulai SD, SMP, SMA, dan SMK. Kemudian di masa pemerintahan Risma-Whisnu penganggaran APBD kita lebih dari 30 persen untuk pendidikan,’’ terang politisi PDIP yang akrab disapa WS ini.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Bagikan 12 Ribu Paket Sembako

Bahkan, penambahan fasilitas pendidikan berupa taman baca di Surabaya sudah mencapai 70 persen di setiap RW.’’Ini bentuk negara hadir dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Khususnya budaya literasi,’’ kata dia.

Pejabat yang digadang-gadang meneruskan kepemimpinan Walikota Risma dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang ini menambahkan, dalam gagasannya program Rp 100 juta per-RT juga bisa digunakan dalam pengembangan pendidikan di wilayah kampung.

’’Nantinya bisa untuk penambahan fasilitas, memanggil tenaga pendidik, serta program-program pelatihan bagi masyarakat. Artinya, pendidikan kedepan juga difokuskan pada skill dan minat warga,’’ terang WS.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here