Empat Pemilik Zangrandi Disidang

Surabaya (infosurabaya.id) – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kali ini menyidangkan Empat orang terdakwa, adalah Ir. Willy Tanumulia, drg. Grietje Tanumulia, Emmy Tanumulia, dan Fransiskus Martinus Soesetio yang dilaporkan oleh PT Zangrandi Prima. Keempat terdakwa duduk di kursi pesakitan lantaran melakukan tindak pidana penggelapan saham sepuluh lembar milik korban Evy Susantidevi Tanumulia, yang tidak lain merupakan saudara kandung dari para Terdakwa.

Empat terdakwa menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan secara terpisah. Surat dakwaan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo di ruang Garuda 1 PN Surabaya.

“Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 266 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP,”ucap Damang, Selasa (14/1).

Usai pembacaan surat dakwaan itu, ketua majelis hakim Pujo Saksono memberikan kesempatan keempat terdakwa mengajukan keberatan. Ini setelah para terdakwa melalui penasihat hukumnya menyampaikan akan mengajukan upaya hukum lain berupa nota keberatan (Eksepsi) pada agenda sidang berikutnya. “Eksepsi yang mulia,”kata penasihat hukum para terdakwa Erles Rareral.

Baca Juga  Geger Penemuan Mayat Tanpa Kepala

Setelah itu sidang akan dilanjutkan prkan depan di PN Surabaya dengan agenda pembacaan eksepsi.

Untuk diketahui, Adi Tanumulia (alm) dan Jani Limawan (alm) merupakan pasangan suami istri yang memiliki tujuh anak kandung. Mereka adalah Sylvia Tanumulia, Robiyanto Tanumulia, Emmy Tanumulia, Willy Tanumulia, Ilse Radiastuti Tanumulia, Evy Susantidevi Tanumulia dan Grietje Tanumulia.

Sebelum meninggal dunia, Adi Tanumulia (alm) dan Jani Limawan (alm) mendirikan sebuah perusahaan bergerak di bidang penjualan es krim dengan nama Zangrandi. Setelah Adi Tanumulia meninggal dunia, maka kegiatan usaha tersebut dilanjutkan oleh anak-anaknya, dan pada akhirnya didirikanlah PT Zangrandi Prima yang Pemegang Sahamnya adalah para ahli waris sekaligus.

Pada saat pendirian PT Zangrandi, segenap Ahli Waris sepakat Saham milik Evy Susantidevi diatas namakan saudaranya yaitu Sylvia Tanumulia yang tertuang dalam Akta No. 31 tanggal 12 Pebruari 1998 tentang Surat Pernyataan yang dibuat dihadapan Susanti, S.H Notaris /PPAT di Surabaya. Selanjutnya, dalam setiap rapat perusahaan Evy selalu diundang bahkan diberikan deviden oleh Perusahaan.

Baca Juga  Diduga Korban Perkosaan, Mahasiswa Ditemukan Tewas

Belakangan, sejak Sylvia meninggal dunia pada tahun 2013, mulai timbul upaya-upaya untuk mencaplok saham Evy di PT Zangrandi. Alhasil, dilakukanlah rapat umum pemegang saham RUPS, kemudian saham sebanyak 20 milik Sylvia (alm) berikut milik Evy tersebut malah dialihkan sepihak kepada Willy (7) saham, Grietje (7) saham, dan Emmy (6) saham, pada tanggal 25 Agustus 2017. Dan hasil rapat tetap disahkan Fransiskus.

Atas perbuatan para terdakwa, korban Evy Susantidevi hanya berharap negara hadir dan melindungi dirinya yang merasa dirugikan karena saham miliknya yang merupakan warisan orang tua, diambil oleh saudaranya sendiri.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here