Polisi Sebut Iuran Di Selebaran Bernada Rasis Sebagai Pungli

Surabaya (infosurabaya.id) – Surat edaran RW 03 Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri sempat heboh dan viral di grup WhatsApp. Polisi menyebut iuran nonpribumi dalam surat edaran itu sebagai pungli.

“Iya, betul sudah kita panggil dan kita beri pemahaman ke mereka bahwa tidak boleh membuat aturan seperti itu. Dan mereka sudah membuat testimoni aturan itu akan dicabut dan direvisi,” kata Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Wimboko, Rabu (22/1/2020).

Tak hanya mengimbau untuk mengubah redaksional, terang Wimboko, polisi juga meminta pengurus RW untuk tidak mematok tarif iuran kepada warga. Sebab hal itu sudah masuk kategori pungutan liar (pungli).

Baca Juga  Massa PMII Bentrok Dengan Satpol PP

“Bukan cuma redaksional pribumi dan nonpribumi tapi besaran iuran juga tidak boleh ada. Tapi kan sukarela itu tergantung dari mereka (warga),” terang Wimboko.

“Kalau orang mau pindah ke sana memberikan uang kas kepada RT/RW kan tidak masalah. Tapi nggak boleh dipatok. Itu pungli namanya. Karena dasarnya tidak ada,” lanjutnya.

Meski begitu, dalam kasus surat edaran yang viral itu, polisi memilih mengambil langkah persuasif. Sebab, peristiwa itu terjadi dikarenakan keterbatasan wawasan dan pengetahuan pengurus RW setempat.

Baca Juga  Seorang Pembobol Rumah Tertangkap Karena Boneka Doraemon

“Karena keterbatasan wawasan dan pengetahuannya saja. Jadi, kita mengedepankan fungsi pembelajaran kepada masyarakat. Bahwa yang dilakukan mereka itu salah,” lanjutnya.

Sebelumnya, surat edaran RW 03 Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri viral di grup WhatsApp. Sejumlah pengurus RT dan RW dipanggil polisi untuk dimintai klarifikasi. Hasilnya, polisi meminta surat edaran hasil keputusan bersama itu dibatalkan.

“Iya tadi kita dipanggil Intelkam Polrestabes Surabaya. Tadi kita diskusi. Karena daripada dianggap terlalu tambah bahaya makanya kita klarifikasi ke polisi. Kita jelaskan,” ungkap Ketua RW 03, Paran, Selasa (21/1) malam.rwt/detik/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here