3 Wilayah Di Jatim Masuk Zona Rawan Likuifaksi

Surabaya (infosurabaya.id) – Badan Geologi Nasional menyebut, ada tiga wilayah di Jatim yang terkategori kerentanan tinggi bencana likuefaksi. Ketiganya yakni Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Kerentanan tinggi yang dimaksud, yakni zona yang dapat mengalami likuefaksi secara merata yang mengakibatkan struktur tanah rusak parah dan hancur.

Sedangkan tipe kerusakan tanah di tiga wilayah tersebut berupa aliran, pergeseran lateral, penurunan tanah, serta semburan pasir. Hal itu seperti yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, September 2018.

“Area likuefaksi yang masuk dalam analisis Badan Geologi ini, terutama merupakan daerah-daerah yang berada pada zona rawan gempa bumi, yang mana faktor kegempaan menjadi pemicu likuefaksi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono, Jumat (17/1/2020).

Badan Geologi sendiri dalam atlasnya membagi zona likuefaksi menjadi tiga kategori. Yakni zona kerentanan tinggi, zona kerentanan sedang, dan zona kerentanan rendah likuefaksi.

Baca Juga  NTB Kembali Diguncang Gempa Bumi

Zona kerentanan di dalam atlas zona kerentanan likuefaksi Badan Geologi ini, memberikan indikasi awal kejadian likuefaksi dan menjadi informasi awal untuk perencanaan regional.

Atas kondisi ini, Kajian Risiko Bencana (KRB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) potensi bencana di Jatim bertambah satu jenis dari yang sebelumnya 12 jenis, yakni Zona Kerentanan Likuefaksi.

“Kajian Badan Geologi ini baru diterbitkan pada 2019 lalu. Jadi potensi bencana di Jatim bertambah satu lagi, dari sebelumnya 12 menjadi 13 potensi bencana,” terang Subhan.

Sementara itu, dari total 13 potensi bencana yang ada di Jatim, potensi tsunami tinggi diprediksi terjadi di delapan kabupaten. Salah satunya di 47 desa di Banyuwangi.

Baca Juga  Gempa Maluku Terasa Sampai Australia

Selain itu, daerah yang berpotensi terdampak tsunami tinggi ada di 13 desa di Jember. Lumajang ada 11 desa. Malang 19 desa, serta tujuh desa di kawasan Blitar.

Tidak hanya itu, ada 24 desa di Trenggalek dan 24 desa di Pacitan yang berpotensi terdampak bencana tsunami tinggi. Total ada 156 desa di Jatim berpotensi terdampak tsunami.

Selain tsunami, potensi bencana lainnya yang menjadi bagian dari 12 potensi bencana di Jatim adalah longsor. Ada 13 kabupaten di Jatim yang berpotensi terdampak longsor.

Di sisi lain, kegagalan teknologi juga menjadi salah satu potensi bencana yang bisa terjadi di Jatim. Misalnya, longsor di Jalan Raya Gubeng Surabaya serta Jembatan Widang di Tuban yang ambruk beberapa waktu lalu.wah/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here