Status GBT Sebagai Venue Piala Dunia U-20 Kembali Tak Jelas

Surabaya (infosurabaya.id) – Kepastian soal venue Piala Dunia U-20 seharusnya sudah bisa diperoleh dalam Kongres Tahunan PSSI hari ini (25/1). Tapi, pengumuman soal itu harus ditunda dulu. Sebab, FIFA yang rencananya melakukan inspeksi venue sebelum kongres dilangsungkan mendadak membatalkannya. Bahkan, rencana waktu inspeksi mundur.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan dalam welcome dinner dengan voters PSSI di Hotel Discovery Kartika Plaza tadi malam (24/1). Iwan Bule –sapaan Moch. Iriawan– mengungkapkan, masalah venue harus ditinjau dulu. ’’FIFA kan mau lihat. Jadi, keputusan untuk venue (Piala Dunia 2020) mundur Maret nanti,’’ katanya.

Iwan Bule ingin melakukan inspeksi dulu sebelum FIFA datang. Karena itu, dia ingin berkeliling ke 10 stadion yang diusulkan ke FIFA. Tidak hanya enam stadion seperti yang dijagokan. ’’Maret itu diputuskan. Jadi, renovasi stadion harus ngebut,’’ tegasnya. ’’Teman-teman dari pemerintah setempat harus sudah siap renovasi stadion. Tidak hanya enam ya, tapi sepuluh stadion itu,’’ paparnya.

Meski sudah direnovasi, belum tentu stadion yang diusulkan bakal terpilih. Iwan Bule mencontohkan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Surabaya yang masuk enam stadion jagoan PSSI. Nah, jika tiba-tiba GBT tidak direstui FIFA karena akses jalan yang tidak ada serta dekat dengan lokasi pembuangan sampah, masyarakat bola di Surabaya harus legawa.

Baca Juga  Sah! GBT-Gelora 10 November Bakal Jadi Kandang Persebaya

’’Kan bukan salah kami (kalau tidak terpilih). Semua kan mau jadi venue piala dunia,’’ ujarnya. ’’Kan ada alternatif enam, tapi tidak semua dipilih. Jadi, mesti harus ada cadangan. Sekali lagi bukan kasihan, tapi memang harus begitu. FIFA punya indikatornya. Jadi, tidak main-main,’’ tutur pria yang juga sekertaris Lemhannas itu.

Jadi, lanjut Iwan Bule, dirinya sebetulnya cemas menunggu keputusan soal venue pada Maret mendatang. Dia takut renovasi stadion tidak selesai. ’’Tapi, saya masih percaya. Saya juga sudah minta pemerintah untuk masuk ke tempat-tempat venue yang ditunjuk. Harus lihat ada lima lapangan latihan dekat dengan venue atau tidak. Kalau terlalu jauh, harus bangun lapangan. Satu lapangan mungkin nilainya Rp 5 miliar,’’ katanya.

Rancangan anggaran biaya (RAB) khusus Piala Dunia U-20 juga belum dibuat. Pihaknya masih berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait. ’’Tapi, Sekjen (Ratu Tisha) sudah beberapa kali rapat dengan Sesmenpora untuk RAB itu. Masalah venue-venue nanti rapat lagi dengan para menteri. Tentu tak hanya masalah venue ya, masih banyak lagi. Akomodasi dan pengamanan kan juga perlu dibahas dengan kementerian lain,’’ bebernya.

Baca Juga  Surabaya Optimis Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Lantas, jika bukan masalah Piala Dunia U-20 yang diputuskan, apa yang akan dibahas dalam Kongres Tahunan PSSI hari ini? Pria 57 tahun itu menuturkan, bakal ada perombakan di judisial PSSI. Artinya, akan ada pergantian kepengurusan Komisi Disiplin dan Komite Wasit PSSI. ’’Nanti nama-nama penggantinya melihat masukan dari teman-teman voters. Kritik saat ini juga jadi masukan untuk kepengurusan yang baru,’’ ujarnya.

Selain itu, ada pembahasan soal kompetisi di tingkat Asprov PSSI. Iwan Bule menuturkan, ada wacana untuk menambah strata kompetisi. Artinya, sangat mungkin ada strata untuk Liga 4. ’’Nanti secara khusus kami diskusikan. Wacana mengembalikan empat divisi lagi harus bicara sama mereka (Asprov) karena berkaitan dengan banyak hal. Ada infrastruktur, anggaran, dan sebagainya,’’ tuturnya.

Sementara itu, soal penambahan kompetisi, Ketua Asprov PSIS DIJ Ahmad Syauqi Soeratno menyatakan belum menerima informasi tersebut secara lengkap. Dia hanya baru mendengarnya dari penjelasan Iwan Bule dalam welcome dinner tadi malam.

’’Ya, besok (hari ini) kami tanyakan benang merah antara club development (Elite Pro Academy Liga 1) dan regional development (Piala Soeratin, Liga 2, dll) seperti apa. Harus ada. Kompetisi amatir itu harus lebih terukur,’’ ucap Syauqi.dya/jp/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here