Indonesia Berpotensi Terdampak Virus Corona

Surabaya (infosurabaya.id) – 4 Ilmuwan dari Amerika dan Australia membuat proyeksi sebaran virus corona. Indonesia berpotensi kena.

Inilah hasil penelitian Lauren Gardner dan Ensheng Dong dari Center for System Science and Engineering (CSSE), John Hopkins University, Amerika Serikat. Mereka berkolaborasi dengan Aleksa Zlojutro dan David Rey dari Research Centre for Integrated Transport Innovation (rCITI) UNSW Sydney, Australia.

Dari publikasi resmi di John Hopkins University, tim ilmuwan ini menciptakan model simulasi epidemik virus corona Wuhan (2019-nCoV). Mereka memakai parameter Susceptible-Exposed-Infected-Recovered (SEIR) yang dihitung dalam 10 hari (5 hari inkubasi + 5 hari pemulihan).

Data ini lalu dikaitkan dengan populasi manusia yang melakukan traveling berdasarkan data volume penumpang bulanan yang dikeluarkan oleh IATA. Border control atau pengendalian imigrasi di bandara juga penting untuk parameter tindakan pencegahan.

Baca Juga  Bersama Kemenkes, UNICEF Ajak Semua Pihak Basmi Malaria

Permodelan ini lalu diuji coba 250 kali dan diambil rata-ratanya. Hasilnya mereka implementasikan untuk kasus virus corona di China dan di dunia.

Simulasi ternyata menunjukkan jumlah kasus yang lebih tinggi di China daripada yang aktual dilaporkan. Saat ini sudah ada 2.118 kasus, angka ini masih lebih rendah dari permodelan yang dibuat ilmuwan.

“Kami memperkirakan ada sekitar 20 ribu kasus 2019-nCoV di daratan China pada 25 Januari, saat itu mendekati 2.000 kasus yang dilaporkan,” kata Lauren Gardner.

Tim juga membuat model sebaran virus corona di dunia. Ada 23 negara yang diprediksi akan terdampak, dan beberapa memang sudah terbukti demikian.

Dari data itu terlihat kalau Indonesia masuk dalam negara yang berisiko terkena sebaran virus corona. Indonesia ada di urutan 13 dari 23 negara paling berpeluang kena virus corona.

Baca Juga  Puskesmas Di Surabaya Punya Layanan Berhenti Merokok

Tim juga membuat proyeksi Highest Risk Airports for 2019-nCoV atau bandara-bandara di China dan dunia yang berpotensi menjadi titik masuk virus corona. Hasilnya ada 50 bandara di China dan di dunia yang harus bersiaga.

Untuk Indonesia, ada 3 bandara yang ditandai titik merah pada diagram peta yaitu Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Ngurah Rai Bali. Namun pada tabel, hanya Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (urutan 27), dan Bandara Ngurah Rai Bali (urutan 43) yang disebut berisiko jadi gerbang masuk virus corona di Indonesia. Terlepas dari hasil riset Gardner dan tim, Indonesia memang harus waspada penuh dengan virus corona.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here