Tarif Sewa GBT Bakal Naik?

Surabaya (infosurabaya.id) – Dewan dan pemkot berdebat soal tarif retribusi baru untuk Gelora Bung Tomo (GBT) sejak Juli tahun lalu. Ribut-ribut itu tampaknya bakal terulang lusa (27/1).

”Kami undang lagi pihak pemkot sebagai pengelola, panpel, serta manajemen Persebaya sebagai user,” kata Sekretaris Raperda Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (RPKD) Surabaya John Tamrun kemarin. John merupakan pemimpin pansus yang baru. Masa kerja pansus lama sudah habis saat keanggotaan DPRD Surabaya beralih pada Agustus lalu.

Dia menyatakan sudah mempelajari apa saja program pembahasan pansus yang lama. Juga usulan tarif yang diajukan pemkot. Dari dua pandangan itu, dia belum bisa menentukan mana yang paling relevan.

Di satu sisi, Pemkot menginginkan adanya perubahan tarif GBT Ketentuan tarif yang masih berlaku menggunakan dasar Perda Nomor 2 Tahun 2013. GBT disewakan berdasar kelas pertandingan. Tarif untuk pertandingan internasional, liga utama, hingga liga lokal dibedakan.

Untuk liga utama, tarifnya hanya Rp 30 juta. Namun, dalam draf raperda, retribusinya naik menjadi Rp 444 juta per hari. Untuk tarif per jam, pemkot mematok Rp 22 juta.

Baca Juga  Dicari! Pelaku Pembakaran Di GBT

Di sisi lain, manajemen Persebaya sebagai pemakai utama GBT sudah menyampaikan bahwa ketentuan tarif yang baru itu memberatkan. Jika memakai tarif per hari, mereka harus menanggung beban kenaikan yang signifikan. Namun jika menggunakan hitungan per jam, tarifnya juga bisa membengkak karena stadion tidak hanya dipakai untuk pertandingan. Tetapi, juga persiapan satu hari sebelumnya hingga penggunaan stadion pasca pertandingan.

”Pemkot sudah kami tanya alasan perubahan tarif itu beserta detail appraisal-nya. Namun saat rapat sebelumnya, mereka belum menyiapkan data itu,” kata John. Dia berencana kembali meminta data tersebut dalam rapat lusa. Selain itu, dia bakal menanyakan pendapat dari pengguna stadion tersebut.

Menurut dia, penentuan tarif harus didiskusikan dengan user. Pendapat mereka bakal diformulasikan dengan usulan tarif dari pemkot. Nah, dari situlah pansus bakal menentukan tarif yang pas.

Baca Juga  Persebaya Mau Tambah Pemain Asing?

Mantan Ketua Pansus RPKD Baktiono mengingatkan John bahwa pansus lama merasa tarif yang berlaku saat ini masih relevan. Jika diganti dengan tarif baru, dia khawatir terjadi polemik berkepanjangan. ”Yang lama itu enak, enggak ruwet. Pukul rata satu hari,” ujarnya.

Politikus yang kini menjabat ketua Komisi C DPRD Surabaya itu menambahkan, pansus lama juga mengusulkan sejumlah penggratisan fasilitas olahraga. Khususnya penggunaan fasilitas olahraga untuk kegiatan nonprofit. Atau tanpa sistem tiket. ”Termasuk sarana kesenian. Kami usulkan gratis untuk kegiatan nonprofit,” lanjutnya.

Kabid Sarpras Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya Edi Santoso menerangkan bahwa besaran nilai retribusi dalam raperda baru dibuat oleh tim independen. Mereka adalah para tenaga appraisal yang dibayar secara khusus oleh pemkot untuk menilai tarif yang sesuai.

”Sesuai aturan, memang nilai itu bukan pemda yang menghitung. Tapi, tim independen tadi. Kami tidak bisa intervensi,” jelas Edi.rwt/jp/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here