Katarak Kini Bisa Disembuhkan Lebih Cepat

Surabaya (infosurabaya.id) – Pasien penyakit Katarak kini semakin memiliki peluang dioperasi dan sembuh lebih cepat. Dengan metode baru dan lebih modern dalam dunia pengobatan katarak, impian pasien untuk dapat melihat dapat segera terwujud.

Salah satu klinik mata yang konsen terhadap hal ini adalah KMU EDU (Klinik Mata Utama Education) yang berencana mengadakan pengobatan gratis pasien katarak dengan metode operasi katarak terbaru yakni fakoelmusifikasi  (Phacoemulsification) yang lebih dikenal dengan Metode Phaco.

Direktur Utama KMU EDU dr. Uyik Unari, SpM(K) menyebut, operasi dengan teknik phaco ini memiliki proses yang lebih cepat, baik tindakan dan pemulihan pasien. Dimana operasi katarak ini dilakukan kurang lebih 15 menit tanpa dijahit, dan sayatan pada operasi pun lebih kecil (kurang dari 3 mm).

“Karena semakin meningkatnya kebutuhan, maka dokter spesialis mata berbondong-bondong mengikuti pelatihan atau workshop terkait Phacoemulsification. Tak hanya di luar negeri dan workshop dari berbagai lembaga di Indonesia, bahkan di salah satu universitas, teknik ini kini menjadi sebuah kurikulum, tutur dr. Uyik Unari, SpM(K) disela kegiatannya memberi pelatihan Basic Phacoemulsification Workshop (BPW) Batch 6 di di Shangri-La Hotel Surabaya, pada Sabtu (1/2) hingga Minggu (2/2/2020).

Baca Juga  Cara Penanganan Rabies Pada Manusia

Dalam kegiatan ini, sebanyak 36 dokter yang berasal dari berbagai kota di Indonesia menimba ilmu tentang metode pacho ini. Nantinya para dokter inilah yang akan difasilitasi oleh KMU EDU untuk mempraktekkan ilmunya kepada pasien katarak.

Dalam pelatihan ini, para dokter diajarkan tentang metode pacho dengan menggunakan artificial eye. Setelah dapat mengaplikasikannya, barulah para dokter peserta workshop ini akan mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan ilmunya kepada pasien di bawah pengawasan KMU EDU.

Hal ini menjadi penting mengingat kebutaan akibat katarak di Indonesia terus bertambah 0,1 persen. Kurang lebih 250 ribu penduduk Indonesia harus mengalami kebutaan karena katarak. Bahkan di Jawa Timur, angka kebutaan karena katarak pada penduduk dengan usia lebih dari 50 tahun sudah mencapai 4,4 persen.

Oleh karenanya semakin dibutuhkan para dokter yang mumpuni dalam mengaplikasikan metode yang terbilang baru di Indonesia ini.

Uyik juga mengatakan para peserta yang mengikuti workshop ini dipastikan akan mampu mengaplikasikan metode pacho karena masing-masing peserta didampingi oleh satu orang tutor.

“Dokter mata yang menjadi peserta memiliki usia beragam, dari usia 30 tahun hingga 60 tahun. Karena itu, metode pelatihannya dibuat satu per satu, yakni 1 peserta 1 tutor agar mudah dimengerti dan dipandu hingga bisa, jelas dr. Uyik.

Baca Juga  Ini Tips Cepat Turunkan Berat Badan

Uyik juga memastikan nantinya para pasien yang ditangani dengan metode Pacho ini dapat merasa aman dan nyaman selama dan sesudah operasi. Hal ini karena metode pacho ini memiliki banyak keunggulan. Seperti tidak memerlukan jahitan pasca operasi, proses operasi yang cepat yakni sekitar 15 menit.

Selain itu, pasien bisa langsung pulang setelah operasi, pemulihan dan perawatan setelah operasi lebih mudah dan cepat, dapat dilakukan untuk semua jenis katarak, dan mengurangi rasa nyeri / ketidaknyamanan setelah operasi.

Uyik berharap semakin banyak dokter di Indonesia yang dapat melakukan operasi katarak metode Pacho ini khususnya di KMU EDU yang didukung Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur ini.

“Harapannya jumlah dokter mata yang bisa melakukan operasi katarak fakoelmusifikasi (Phacoemulsification) ini bisa bertambah, mengingat pelatihan ini merupakan workshop yang memiliki Satuan Kredit Partisipatif (SKP),” tutupnya.wah/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here