Pijat Plus Jalan Tunjungan Surabaya Kena Sidak

Surabaya (infosurabaya.id) – Komisi A DPRD Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap rumah pijat yang diduga menjadi tempat prostitusi di Jalan Tunjungan pada Selasa 11/02/2020.

Rombongan Komisi A yang melakukan sidak antara lain, Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krisna, Arif Fathoni, Camelia Habibah, Abdul Gofar, Saifudin Zuhri, Imam Syafi’i dan Budi Leksono. “Bapak mau masuk kamar” kata pelayan saat beberapa anggota dewan tiba dilokasi.Tidak ada papan nama ditempat itu, tapi banyak yang menyebut dengan nama Simponi.

Mendapat tawaran ini, rombongan pun mengatakan kalau mereka dari Komisi A DPRD Surabaya, sedang melakukan sidak. Rombongan ini diterima oleh seseorang yang mengaku sebagai kasir. Sementara itu terdapat 5 wanita terapis berpakaian seksi sedang duduk disofa.

Baca Juga  Bawa Sajam, 9 ABG Surabaya Diamankan Polisi

Sidak dilanjutkan dengan melihat kondisi kamar dilantai 2. Ada 28 kamar berdaun pintu yang dilengkapi kamar mandi. Kondisi ini menguatkan dugaan para anggota dewan kalau tempat tersebut tidak hanya sebagai lokasi pijat melainkan pula sebagai tempat prostitusi terselubung.

Ketua Komisi A, Pertiwi Ayu Krisna menegaskan kalau tempat tersebut tidak bisa menunjukkan ijin. “Mereka mengaku tidak ada manajer disini, lha terus kalau tidak ada manajer berarti ga ada ijinnya, kan setiap tempat usaha harus ada yg bertanggung jawab” tegasnya.

Ayu kembali mengatakan, sidak dilakukan setelah menerima keluhan dan informasi dari masyarakat akan adanya tempat yang diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung. “Masa Dolly ditutup sementara tempat begini kok dibiarkan. Mungkin masih banyak tempat seperti ini di Surabaya. Kita panggil pihak pengelola tempat ini secepatnya” tegasnya. Diapun kaget dengan adanya tempat seperti ini yang buka siang hari.

Baca Juga  UBHARA Siap Ikut Perangi Cyber Crime

Sementara itu anggota komisi A Imam Syafi’i juga menyayangkan akan keberadaan tempat ini. “Kita akan sidak lagi ketempat lain yang diduga sama” tegasnya.

Sementara itu Yono yang mengaku sebagai kasir mengatakan kalau tempat ini berdiri sejak tahun 1993 berupa salon kecantikan. “Kalau ditanya soal ijin saya tidak tahu” jelasnya.

Menurutnya pria setengah baya ini, wanita terapis yang bekerja ditempat ini jumlahnya 17 orang. Dengan buka setiap hari mulai jam 11.00 sampai 23.00.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here