Politisi PDIP: Masih Newbie, Jangan Emosi

Surabaya (infosurabaya.id) – Pernyataan eks Kapolda Jawa Timur, Jendral Purn. Machfud Arifin, memantik reaksi. Anggapan menyamakan PDIP dengan penjajahan Belanda dinilai mencari perhatian (overacting).

“Sangat tidak layak untuk disampaikan sekelas intelektual seperti Pak Machfud,” kata Politisi PDIP Surabaya John Thamrun, Jumat (14/2/2020).

Terlebih, pensiunan Polri berpangkat terakhir Jendral ini baru menjadi bakal calon Walikota Surabaya.”Seharusnya jangan emosi, apalagi masih newbie (baru) mencalonkan diri sebagai bakal calon Walikota Surabaya,” terang pria yang akrab disapa JT ini.

PDIP menurut JT tidak bisa disamakan dengan penjajah Belanda maupun dengan jaman penjajahan. Sebab, PDIP berjuang untuk rakyat. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini dikatakan JT bukanlah penjajah dan tidak berada di jaman penjajahan.

Baca Juga  Langkah Politik Risma Dinilai Tak Transparan

“Kalau toh selama ini PDIP selalu menang di Surabaya itu karena kader partai yang berkualitas. Sejak Bambang DH hingga Bu. Risma. Kalau memang berkualitas, ya tidak asal menyebut partai layaknya penjajah. Biarkan masyarkat Surabaya yang menilai,” tegas legislator DPRD Surabaya ini.

Diketahui, bakal calon Walikota Surabaya Machfud Arifin menyebut 20 tahun kemenangan PDIP di Surabaya layaknya penjajahan di jaman Belanda, saat ditanya awak media tentang kesiapannya maju Pilwali Surabaya 2020, kemarin. Pernyataan itu Ia ucapkan dengan nada bercanda. Ia mengibaratkan, mengalahkan partai yang sudah memenangkan Pilkada Surabaya tiga periode lebih ini layaknya perjuangan melawan penjajahan di era Belanda.

Baca Juga  10 Tahun Kepemimpinan Wali Kota Risma Tuai Pujian

“Setengah abad itu kita dijajah dengan Belanda. Bisa dikalahkan sama Indonesia. Cuma segitu aja, ya siap lah (menang),” ujarnya saat itu.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here