Berpotensi Munculkan Kecurangan, Wali Kota Harus Kontrol ASN Jelang Pilwali Surabaya

Surabaya (infosurabaya.id) – Meski sudah mendapat pemanggilan oleh Pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, namun dugaan berpolitik dari Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi justru makin santer.

Pemasangan spanduk sosialisasi menuju Pilwali Surabaya masih saja ditemui. Bahkan, desain dari spanduk tersebut turut memasang foto Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Spekulasi bermunculan. Risma seakan memberikan ‘restu’ terhadap ASN tersebut. Hal itu mendapat sorotan Direktur Lembaga Survei Regional (LeSure) Surabaya, Mufti Mubarok.

Menurut Mufti, Walikota seharusnya mengontrol posisi ASN bawahannya ini. Karena keberadaan Wali Kota petahana di Kota Pahlawan yang tidak mungkin kembali maju di Pilwali.

“Jika posisi didukung petahana sangat memungkinkan mengunakan fasilitas negara, terutama APBD,” katanya, ketika dikonfirmasi, Sabtu (15/2/2020).

Mufti yang pernah masuk dalam bursa Calon Pimpinan (Capim) KPK ini menyatakan, lembaga anti rasuah ini sudah pasti memonitor. Meski demikian, hal itu dikatakan Mufti terbilang susah.

Baca Juga  Millenials Diajak Ubah Wajah Dunia Politik

’’Memang agak sulit membuktikan. Namun sanksi moral akann ada. KPK juga dalam hal Pilkada ini sudah memasang ranjau,’’ terang dia.

’’Fungsi pengawas pemilu dan partai politik serta aparat hukum harus tegas menyikapi pemanfaatan anggaran dan fasilitas APBD,” tambah Mufti.

Seyogyanya, ASN yang hendak maju dalam kontestasi Politik atau Pemilihan Kepala Daerah harus mundur. Itu sesuai dengan peraturan Mahkamah Konstitusi.

Diketahui, dugaan penggunaan dana APBD Surabaya untuk sosialisasi Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi jelang Pilwali Surabaya telah mencuat. Masalah ini sempat dicetuskan di kalangan DPRD oleh politisi Nasdem dan Golkar.

Terbaru, beredar selebaran pamflet dukungan kepada Eri Cahayadi. Selebaran tersebut berlatar belakang warna merah dengan tulisan judul huruf kuning ‘Eri Cahyadi Melanjutkan Kebaikan Bu Risma’.

Baca Juga  2 Nama Birokrat Ini Masuk Bursa Wali Kota Surabaya Di Pilkada 2020

Terdapat pula foto diri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Serta pengalaman kinerja Eri Cahyadi. Pun demikian tidak terdapat program yang terpapar nyata sebagai kinerja Eri untuk pembangunan Surabaya ke depan.

Seorang warga asal Krembangan bernama Cak Gembos mengaku jika secara pribadi dirinya membuat selebaran itu.

Politisi PKB Mahfudz pun telah meminta agar Eri Cahyadi secara jantan tak berlindung di balik nama Wali Kota Risma.

Merespon hal ini, Bawaslu Kota Surabaya akan memanggil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi, senin pekan ini.

Pemanggilan ini menjadi langkah Bawaslu Surabaya untuk mengklarifikasi maraknya deklarasi dukungan kepada mantan Kepala DCKTR ini. Ketua Bawaslu Surabaya Agil Akbar mengatakan, pemanggilan ini sebagai langkah pengawasan terhadap netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pilkada.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here