Harga Bawang Putih Masih Tinggi

Surabaya (infosurabaya.id) – Harga bawang putih masih tinggi. Anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari meminta satuan tugas (satgas) pangan transparan. Masyarakat membutuhkan informasi temuan di lapangan, apakah stok masih ada atau tidak.

Isu yang beredar di kalangan masyarakat beragam. Ada yang berpendapat bahwa kenaikan harga bawang putih dipicu kelangkaan barang. Ada pula yang mengatakan stok bawang putih masih ada. Hanya, jumlahnya terbatas. ’’Informasinya simpang siur,’’ ucap Agatha.

Sebagaimana disampaikan Polda Jatim, stok bawang putih untuk Jawa Timur masih sekitar 300 ton. Barang itu tersimpan pada 12 kontainer di sejumlah gudang importer. Lokasinya di sekitar Tambak Osowilangun, Tanjungsari, Bumi Maspion, dan Margomulyo. Sisanya berada di salah satu gudang di Lumajang.

Baca Juga  Harga Telur Ayam Ras Naik 45 Persen

Agatha pun meminta satgas bersikap tegas. Temuan di lapangan harus disampaikan. Apabila stok masih ada, sampaikan masih ada. Kalau ada importer yang nakal, sampaikan dengan jelas. ’’Sebab, naiknya harga bawang putih sangat merugikan masyarakat,’’ ujar politikus PDIP itu.

Menurut dia, bawang putih sudah menjadi kebutuhan dasar bumbu dapur. Idealnya, pemerintah provinsi mengambil langkah cepat. ’’Bagaimana caranya agar harga barang tersebut turun,’’ katanya.

Kenaikan harga bawang putih di awal tahun bukan kali pertama. Izin impor yang terlambat selalu menjadi alasan. Tahun lalu, harga bawang putih juga naik. Harga komoditas tersebut kembali normal pada April.

Agatha tak ingin kenaikan harga bawang putih berlangsung lama. Dia juga meminta penyedia bawang putih tidak memanfaatkan isu virus korona di Wuhan. Hal itu sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. ’’Karena itu, pemerintah harus mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak rugi,’’ tegasnya.

Baca Juga  Pakar Hukum Sebut Perizinan Selalu Jadi Lahan Basah

Dia menambahkan, Dinas Pertanian Jatim harus membuat terobosan agar kendala yang menghambat produksi bawang putih bisa ditekan. Bila perlu, pemerintah Jatim bekerja sama dengan kampus pertanian. Mereka memiliki penelitian tentang produksi bawang putih. ’’Itu dilakukan agar tidak tergantung impor lagi,’’ terangnya.

Menurut Agatha, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim juga sebaiknya menyosialisasikan penggunaan bawang lokal. Itu menjadi upaya untuk menyelamatkan petani Indonesia. ’’Otomatis menyelamatkan nasib generasi muda Indonesia,’’ imbuhnya.rwt/jawapos/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here