UMKM Di Jawa Timur Punya Potensi Besar

Surabaya (infosurabaya.id) – Jawa Timur (Jatim) digadang memiliki potensi menyumbang devisa negara yang cukup besar. Tercatat, jumlah Devisa Hasil Ekspor (DHE) jatim telah membubuhkan angka 94, 8 persen dari nilai ekspornya.

Dari potensi ini, UMKM di Jatim perlu didorong agar dapat terus mengembangkan usahanya ke arah yang lebih baik. Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM di Jatim yang kebingungan dalam mencari modal usahanya.

Melihat hal itu, perusahaan Fintech Koinworks yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hadir untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat Jatim.

“Jawa Timur menjadi salah satu tujuan kami, melihat cukup signifikannya perkembangan jumlah UKM dan potensi jumlah pengguna yang ada,” jelas VP of Marketing Koinworks Fredy Ferry Dasar, Rabu (11/03/2020).

Baca Juga  DP Mobil Dan Motor Kini Bisa 0 Persen

Koinworks merupakan one stop financial solutions platform yang hadir dengan beragam kebutuhan finansial untuk personal dan pelaku bisnis dalam satu digital platform yang sama dan dipercaya oleh lebih dari 370.000 pengguna.

Di Jatim sendiri, Koinworks telah memiliki hampir 50 ribu pengguna borrowers yang telah sukses mengembangkan bisnisnya bersama Koinworks seperti Holy Spicy Resto, Niku Japanese BBQ dan lain-lain.

“Melalui layanan Super financial apa kami yakin dapat memajukan bisnis ukm yang sedang berkembang dan juga memfasilitasi beragam kebutuhan finansial masyarakat Jatim lainnya,” ungkapnya.

Adapun fitur-fitur yang terdapat dalam Koinworks seperti Koin Bisnis yang memberikan pinjaman modal bisnis tanpa jaminan yang mudah dan cepat dengan bunga pinjaman lebih rendah.

Baca Juga  Tarif Ongkir Lewat Pesawat Naik

Ada juga koin pintar untuk memenuhi pembiayaan pendidikan yang terjangkau. Kemudian koin P2P atau layanan finansial dengan sistem peer-to-peer lending. Dan terakhir adalah koin employee yang merupakan layanan pinjaman kebutuhan personal untuk karyawan.

Kemudian fitur Koin Robi yang merupakan layanan finansial menggunakan teknologi robotik untuk memudahkan pengelolaan pendanaan bagi pendana dengan hasil yang telah diprediksi sejak awal.

“Jadi dengan teknologi Artificial intelegence kami akan menyalurkan dana dari pendana kepada borrowers yang nantinya akan menawarkan keuntungan yang diprediksi sebelumnya,” pungkasnya.wah/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here