Penjelasan Terkait Herd Immunity

Surabaya (infosurabaya.id) – Herd immunity adalah upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami tubuh. Sehingga, daya tahan atau imunitas diharapkan akan muncul dan virus akan reda dengan sendirinya.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr dr Sally A Nasution, SpPd, K-KV, FINASIM, FACP. “Pada kondisi terinfeksi virus, tubuh kita otomatis membentuk antibodi. Siapa yang akan membentuk antibodi? Yaitu orang-orang yang imunitasnya baik, pada usia produktif sekitar 18-50 tahun,” jelas Sally.

Sally menjelaskan, Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia memiliki jumlah usia produktif sebanyak 64 persen dan lansia 9,6 persen. Ditambah banyaknya penyakit penyerta yaitu kardiovaskular 1,5 persen, diabetes 10,9 persen, penyakit paru kronis 3,7 persen, hipertensi 34 persen, kanker 1,8 persen per 1 juta penduduk, dan penyakit autoimun sebesar 3 persen.

Baca Juga  Ramadhan Tiba, Hindari Panic Buying

“Jika usia produktif saja memiliki imunitas yang baik, jumlah populasi yang berisiko terkena infeksi melalui herd immunity akan berjumlah fantastis, Itu merupakan perhitungan kami dari sisi epidemiologi dan keilmuan mengenai daya tahan tubuh manusia. Bagaimana sistem imunitas merespon terhadap suatu infeksi dari wabah seperti ini,” tutur Sally.

Namun, di sisi lain, ternyata tidak semua orang usia produktif pun memiliki imunitas yang baik. Kelompok ini juga tidak terlepas dari risiko kemungkinan perburukan yaitu Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Pada kenyataannya, Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis SARS-CoV-2 bisa berakibat fatal terhadap usia tersebut. Berdasarkan data hingga April 2020, 60 persen pasien Covid-19 di beberapa wilayah dunia masuk dalam kelompok produktif. Antara lain di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa.

Baca Juga  Rapid Test Random Sampling Corona Bakal Dilakukan Di Surabaya

Pada kesempatan berbeda, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH juga menyebutkan herd immunity merupakan konsep kekebalan terhadap penyakit yang dipakai untuk level populasi. Namun, belum ada bukti klinis bahwa seseorang yang telah terinfeksi Covid-19 memiliki kekebalan terhadap virus SARS-CoV-2. “Pengetahuan kita tentang respon kekebalan tubuh terhadap Covid-19 belum lengkap,” tuturnya.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here