Selama PSBB, Kerugian Pengusaha Transportasi Hingga 400 Juta Per Hari

Surabaya (infosurabaya.id) – Ketua DPC Organda Surabaya Sonhaji Ilahoh berharap jika transportasi publik benar-benar boleh beroperasi selama masa perpanjangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Pasalnya, berdasarkan evaluasi Organda Surabaya di masa PSBB pertama kondisi perekonomian pelaku usaha transportasi sudah terlilit dan terjepit kondisi ekonomi.

Sonhaji mengungkapkan, lebih dari 4000 anggota Organda yang notabene pelaku usaha transportasi baik pemilik, supir maupun kru lainnya harus berpikir keras menyambung hidup. “Mereka berhenti total selama masa PSBB ini,” katanya ketika dikonfirmasi.

Baca Juga  APBD Surabaya 2020 Sebesar 10,3 Triliun

Sonhaji menerangkan, jika dibuat perhitungan kasar pendapatan 100.000 perhari maka kerugian total mencapai Rp 400 juta per hari. “Ini tentu sangat merugikan dan membebani anggota kami,” terang dia.

Apalagi, perpanjangan PSBB kian berdampak meski pemerintah pusat sudah memperbolehkan transportasi publik kembali beroperasi. “Seharusnya masa kemarin yang tidak boleh beroperasi menjadi celah bagi para sopir lyn untuk menutupi biaya yang sudah habis dikeluarkan saat PSBB kemarin. Tapi apakah menjamin masa PSBB lanjutan bisa mencari rezeki maksimal?” terang Sonhaji.

Baca Juga  Underpass Bundaran Satelit Ditarget Rampung Maret

Lebih lanjut, Sonhaji khawatir jika selama PSBB lanjutan maka proses pembatasan sosial masyarakat akan diperketat. Padahal, para supir lyn dan angkot mencari rezeki dari para penumpang yang beraktifitas.

”Belum nanti jika ada kebijakan ada prosedur pencegahan covid. Harus tes, misalnya. Apalagi jika harus warga Surabaya. Malah makin sepi penumpang. Ini kan sama saja muspro,” ungkap dia.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here