Surabaya (infosurabaya.id) – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya berakhir hari ini, Senin (25/5). Jika tak ada pengumuman perpanjangan maka mulai besok, PSBB di Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik tidak akan berlaku.

Sebelumnya, Surabaya sudah melangsungkan PSBB sebanyak dua tahap selama pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Tahap pertama berlangsung pada 28 April sampai 11 Mei 2020. Kemudian, tahap kedua berlangsung dari 11 Mei sampai 25 Mei 2020. Masing-masing tahap PSBB berlangsung selama 14 hari.

Sementara sampai hari ini, belum ada pengumuman perpanjangan PSBB untuk tahap ketiga. Kendati begitu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pernah menyatakan bahwa PSBB bisa saja berhenti jika dinilai sudah memenuhi aturan menteri kesehatan.

Baca Juga  Warga Surabaya Dilarang Lakukan Isolasi Mandiri Di Rumah

Namun, ketika PSBB berakhir, bukan berarti masyarakat bebas beraktivitas. Sebab, protokol kesehatan nasional tetap harus berjalan, misalnya jaga jarak fisik alias physical distancing. “Karena kita kan tidak tahu ini berakhir kapan. Jadi andai kata PSBB berakhir, physical distancing tetap akan kita terapkan,” kata Khofifah, beberapa waktu lalu.

Pada penerapan PSBB di Surabaya, pemerintah setempat memberlakukan pengawasan dan penegakan sanksi. Kebijakan itu ditambah khususnya pada pelaksanaan PSBB tahap kedua. Pemerintah setempat memberlakukan patroli oleh petugas keamanan di tempat-tempat umum selama 24 jam penuh. Kemudian, pemerintah juga melakukan evaluasi terkait penempatan check point, dan pengawasan tempat berkumpulnya pasar baik pasar, fasilitas umum, serta tempat kerja seperti pabrik.

Baca Juga  Aksi Bonek Galang Donasi Kemanusiaan Dihadang Satpol PP Surabaya

Untuk sanksi, salah satunya adalah menyita KTP pelanggar. Lalu, juga berupa pemberhentian sementara layanan SIM dan SKCK bagi pelanggar. Sanksi terberat berupa ancaman pidana merujuk pada Undang-Undang Pidana Pasal 216 KUHP dengan ancaman hukuman emapt bulan dan dua minggu kurungan penjara.

“Ada pasal 216 KUHP, jika menggunakan buku 2, pelanggar PSBB bisa dikategorikan melakukan tindakan kejahatan, sehingga proses hukum yang berlaku nantinya akan diputuskan melalui pengadilan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Saat ini beredar informasi PSBB di Surabaya Raya akan diperpanjang hingga 9 Juni 2020. Namun informasi tersebut belum terkonfirmasi.wah/wbw

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here