Setiap Jam 5 Pagi, Wali Kota Risma Keliling Pasar Tradisional

Surabaya (infosurabaya.id) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) berupaya mencegah penyebaran Corona COVID-19 di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan ia terjun langsung untuk turut sosialisasikan protokol kesehatan terutama di pasar tradisional.

“Kalau pagi jam 5 keliling pasar, ketika (pasar) buka pagi, jaga jarak, ingatkan jaga jarak, tidak boleh bersentuhan, bagaimana cara pegang uang, dan ajarkan ke mereka, mulai jam 5 pagi,” ujar Risma.

Risma menuturkan, kondisi Pandemi Corona COVID-19 ini juga membuat dirinya sedih. Apalagi hal itu berdampak terhadap ekonomi dan sosial di masyarakat. Ia pun berupaya agar mencegah penyebaran Corona COVID-19 tidak makin meluas. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya melakukan penggelompokan atau klaster terkait pasien Corona COVID-19 baik itu orang tanpa gejala (OTG) dan orang dengan risiko (ODR).

Baca Juga  Pakar Hukum Pertanyakan Kemunculan 2 SPBU Di Jalan Pemuda Surabaya

Selain itu, Pemkot Surabaya juga gencar untuk menggelar rapid test atau tes cepat dan swab. Risma menuturkan, pihaknya memprioritaskan di wilayah yang banyak pasien terkonfirmasi positif, tempat berkumpul misalkan di pasar. Pihaknya pun melibatkan tokoh masyarakat, pihak RT/RW dan lainnya untuk penanganan Corona COVID-19.

“Prioritas misalkan yang positif banyak, satu kampung itu lakukan rapid test, tempat berkumpul orang di pasar, tetapi kita data, pantau cek alamatnya. Rapid test hasilnya reaktif langsung giring ke hotel, lakukan swab, kalau positif pindah ke rumah sakit. Kalau negatif, stay di rumah, (lakukan karantina) 14 hari,” kata dia.

Baca Juga  WHO Sebut Herd Immunity Bisa Dicapai Secara Alami

Pemkot Surabaya menggelar tes cepat dan swab massal berdampak terhadap jumlah pasien positif Corona COVID-19. Rapid tes dan swab dilakukan massal ini untuk melacak sehingga dapat memutus rantai penyebaran Corona COVID-19. “Kita cari, tracing, rapid test dan swab massal. Kita cari maka rantai itu bisa putus. Lakukan tindakan dan tes. Kalau reaktif rapid test ditempatkan di hotel, dan swab. Positif langsung masukkan rumah sakit, cara kami memotong mata rantai penularan, kita enggak tahu siapa carrier dan yang sudah menderita (COVID-19),” tutur dia.rwt/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here