[Rangkuman] Fakta Di Balik Adu Argumen Pemprov Jatim-Pemkot Surabaya Soal Bantuan BNPB

Surabaya (infosurabaya.id) – Sejak Jumat (29/5/2020) malam terjadi adu argumen antara pihak Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya terkait dua mobil laboratorium dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari berbagai macam sudut pandang, agar tidak menimbulkan bias informasi, berikut rangkuman fakta yang diperoleh oleh infosurabaya.id.

1. Bantuan Mobil dari BNPB
BNPB dalam keterangan pers terkait penyerahan mobil tersebut, Rabu (27/5), menyampaikan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC19) melalui BNPB memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam penanganan virus SARS-CoV-2.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di RS Lapangan Covid-19 Pemerintah Provinsi Jatim ini dilakukan oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB Roslin Lamtarida. Bantuan berupa Mobile Combat COVID-12 atau mobil mesin PCR merupakan bagian dari total dua unit yang akan ditempatkan di provinsi ini.

“Mobil mesin PCR ini diharapkan mampu mempercepat proses pemeriksaan dan lebih efisien dalam mengidentifikasi sampel swab dengan pendekatan PCR untuk dilakukan oleh Gugus Tugas Jawa Timur kepada masyarakat setempat,” ujar Roslin.

Mobil Mesin PCR tersebut dilengkapi dengan peralatan medis lainnya berupa 2 unit mesin PCR, 2 unit mesin ekstraksi, 4.992 buah ekstrakit dan 4.992 PCR kit. Melalui teknologi yang tersedia dalam mobil mesin PCR tersebut, proses identifikasi hasil swab dalam dilakukan dalam waktu 40 menit.

2. BNPB Bertanggung Jawab ke Presiden
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (disingkat BNPB) adalah sebuah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang mempunyai tugas membantu Presiden Republik Indonesia dalam melakukan penanggulangan bencana sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. BNPB dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 yang kemudian diganti dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2019

Saat ini, BNPB dikepalai oleh Letjen TNI Doni Monardo. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNPB dikoordinasikan oleh kementerian yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

3. Pemkot Surabaya Tuding Pemprov Jatim Lakukan Penyerobotan
Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan sebetulnya pada Hari Kamis kemarin, Surabaya sudah akan dibantu mobil laboratorium itu. Awalnya, akan langsung dipergunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit yang di situ ada warga dari Krembangan Selatan.

“Jadi, bantuan dari BNPB itu dua unit mobil laboratorium dan sudah kami tentukan titik-titiknya selama mobil itu berada lima hari di Kota Surabaya. Masing-masing titik itu kami siapkan 200 orang untuk dilakukan tes swab. Mereka itu yang belum dites swab dan waktunya swab ulang, supaya cepat selesai penanganannya,” kata Feny-sapaan Febria Rachmanita.

Namun, waktu itu diundur pukul 13.00 WIB karena mobil itu dialihkan dulu ke Rumah Sakit Unair dan tidak langsung ke Hotel Asrama Haji. Karena dijadwalkan pukul 13.00 WIB, kemudian para pasien di Hotel Asrama Haji dipersiapkan mulai sekitar pukul 12.30 WIB dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Baca Juga  Kegiatan Positif Jauhkan Anak Dari Kenakalan Remaja

“Ternyata, mobil itu tidak datang-datang hingga kami menunggu 5 jaman dan mobil itu baru datang sekitar pukul 18.30 WIB. Dan ternyata kemarin dua mobil itu dibawa ke Unair satu dan satu mobil lagi dibawa ke daerah lain,” tegasnya.

Feny memastikan bahwa Kamis kemarin, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi sudah menjanjikan setelah dari daerah lain itu, mobil itu akan ke Surabaya, sehingga disiapkanlah warga di Kelurahan Tanah Kali Kedinding sebanyak 200 orang untuk dilakukan tes swab.

“Kami sudah siapkan sejak pukul 07.00 WIB dan warga sangat antusiasi untuk mengikuti tes tersebut. Tapi tak lama kemudian saya mendapatkan kabar bahwa dua mobil itu sama-sama dialihkan ke luar daerah. Akhirnya, kami dua kali membubarkan pasien untuk melakukan tes swab,” katanya.

Oleh karena itu, ia sangat menyesalkan sikap tersebut. Sebab, pihaknya sudah merayu pasien-pasien itu untuk melakukan pemeriksaan swab, tapi mereka harus dibubarkan karena mobilnya tidak datang. “Kami sangat menyesalkan itu, bisa-bisa nanti kami tidak dipercaya lagi oleh para pasien ini. Apalagi ini harus bergerak cepat supaya segera tertangani dan pasien tidak menunggu,” imbuhnya.

Padahal, Feny memastikan bahwa apabila dua mobil itu sejak awal berada di Surabaya dan bisa melakukan tes swab di Surabaya, maka besar kemungkinan akan selesai dites semuanya. Sebab, pemkot sudah menyiapkan semua titik yang akan dikunjungi oleh mobil tersebut. “Jadi, kami sudah menyiapkan semua titik-titik itu selama lima hari berada di Surabaya. Rencananya, kami juga akan melakukan tes swab melalui mobil itu di Gelora Pancasila, Gelora Tambaksari, BDH, Manukan dan beberapa tempat lainnya,” pungkasnya

Di sisi lain, Wali Kota Risma juga menunjukkan bukti chat WhatApp antara dirinya dengan Doni. Dalam chat tersebut jelas bahwa Wali Kota Risma yang memohon bantuan alat fast lab untuk Kota Surabaya. Doni pun menyanggupinya dan berjanji akan mempercepat proses pengirimannya.

Dalam chat tersebut, Wali Kota Risma juga melaporkan bahwa mobil bantuan itu dialihkan ke daerah lain, sehingga Surabaya tidak bisa menggunakan mobil tersebut. Doni pun berjanji mengecek keberadaan mobil tersebut karena memang dua mobil bantuan itu diprioritaskan untuk Kota Surabaya.

 “Temen-temen lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni, jadi ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu,” kata Wali Kota Risma sambil menunjukkan chat dengan Doni.

4. Pemprov Jatim Klaim Kirim Surat Permohonan Terlebih Dahulu
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim menjawab tudingan dan kemarahan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dengan menjelaskan kronologis permintaan bantuan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat. Hal ini terkait bantuan mobil labolatorium khusus Polymerase Chain Reaction (PCR) dari BNPB.

Baca Juga  Ruang Publik Surabaya Jadi Inspirasi Internasional

Kepala Pelaksana BPBD Jatim sekaligus Ketua Rumpun Preventif Promotif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, Suban Wahyudiono menjelaskan, bahwa sejak tanggal 11 Mei 2020 lalu pihaknya telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Gugus Tugas Pusat.

Permohonan itu berkaitan dengan bantuan mesin RT-PCR sebanyak 15 unit dan permintaan cartridge sebanyak 3.500 buah bagi rumah sakit yang memiliki kemampuan melakukan tes cepat molekuler (TCM) GeneXpert.

“Di samping surat permohonan itu, malam hari Ibu Gubernur juga langsung telepon Bapak Doni Monardo (Kepala BNPB), dan juga Bapak Pangdam V/Brawijaya komunikasi kepada Kepala BNPB untuk segera ada bantuan mobil lab PCR ini. Di samping itu, saya sendiri mengirim WA (WhatsApp) ke Bapak Doni Monardo,” jelas Suban kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/5/2020) malam.

Suban kemudian diarahkan untuk segera melakukan komunikasi dengan Dodi Riswandi, yaitu Deputi I Kedaruratan BNPB. Dalam komunikasi tersebut, keduanya berkoordinasi terkait teknis pengiriman mobil PCR.

“Kemudian tanggal 27 Mei malamnya kami sudah dikirim satu unit, yang isinya dua mesin PCR. Pak Dodi juga menyampaikan nomor telepon ke kami untuk menelepon driver atau crew untuk mengarahkan nanti di mana harus diterima, dan kita sepakat dengan Pak Dodi bahwa kedatangan mobil unit PCR ini kita terima di Rumah Sakit Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya,” tuturnya.

Setelah terjadi kesepakatan, mobil segera difungsikan di RS Universitas Airlangga Surabaya serta Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Total ada 300 sampel yang dikerjakan dengan rincian 200 sampel di RS Unair dan 100 di Asrama Haji.

Kemudian, pada 28 Mei, mobil PCR diarahkan ke Sidoarjo dan Kabupaten Lamongan untuk mempercepat pemeriksaan sampel yang belum dapat diperiksa. Tak hanya itu, salah satu mobil digeser ke Tulungagung juga untuk mempercepat pemeriksaan.

“Mengapa harus Tulungagung? Karena butuh bantuan cepat, karena terkendala kapasitas swab. PDP Tulungagung ini tertinggi kedua di Jatim. Berdasarkan jumlah PDP 558 orang, terdapat 172 meninggal dengan status PDP sebelum sempat diswab, itu kronologisnya,” paparnya.

Pihaknya menegaskan tidak pernah menyerobot bantuan dua unit mobil itu dari Pemkot Surabaya. Ini karena Gugus Tugas Jatim telah mengirimkan surat kepada Gugus Tugas Pusat untuk mendapat bantuan alat PCR guna mempercepat pemeriksaan swab.

Sebab, jumlah alat yang ada terbatas dan harus digunakan untuk memeriksa ribuan sampel yang masuk dari berbagai daerah. Selain itu, Suban menjelaskan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga mengirim surat kepada Pemprov Jatim, memohon bantuan swab dengan mobil PCR ini pada tanggal 22 Mei. “Mobil ini datangnya 27 Mei. Jadi, Surat Wali Kota pun belum kami jawab karena mobil langsung beroperasi,” pungkasnya.dya/wbw

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here