Dokter Reisa: Rapid Test Tidak Berbahaya

Surabaya – Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengimbau kepada seluruh untuk ikut Rapid Test. Ia menjelaskan tes itu tidak tidak berbahaya apabila dilakukan sesuai standar kesehatan.

Menurutnya Rapid Test justru sangat membantu diri sendiri dan orang lain dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Rapid Test merupakan langkah awal identifikasi Covid-19, jangan salah paham,” ujarnya dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB Jakarta.

Baca Juga  45 Pasien Positif-228 PDP Corona Di Surabaya Berhasil Sembuh

“Rapid Test apabila dilakukan tenaga kesehatan terlatih dan standar operasional yang diyakini tenaga medis, tidak berbahaya. Justru bantu diri kita, orang lain dan pemerintah,” tambahnya.

Miss Indonesia 2010 tersebut menjelaskan, menjalani Rapid Test tidak sama dengan dikarantina. Pasalnya, masyarakat masih bisa beraktivitas tanpa khawatir menularkan atau tertular Covid-19 apabila terbukti negatif.

Baca Juga  Selama PSBB, Kerugian Pengusaha Transportasi Hingga 400 Juta Per Hari

“Jangan takut menjalankan aktivitas selama menerapkan protokol kesehatan, apabila hasil rapid test tidak reaktif,” Reisa.

“Pada prinsipnya Rapid Test sebenarnya ditujukan kepada orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif. Rapid Test sekarang tetap menargetkan orang-orang yang berisiko tinggi,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here