Ciri Makanan Berpenglaris

Surabaya – Pedagang bakso cuanki di Kembangan, Jakarta Barat, mengakui meludahi mangkuk untuk penglaris. Pakar budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut praktik penglaris itu biasa digunakan para pedagang. Lantas apa ciri-cirinya?

“Ada kan kalau kita makan di warungnya enak banget, tapi kalau (makanan) dibawa pulang, rasanya hambar. Itu salah satu cirinya,” kata dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Abdul Jawat Nur, dikutip dari detik

Baca Juga  Sudah Tahu Gedung Setan Banyu Urip?

Jawat menyebut praktik meludahi makanan sudah lama digunakan. Meski begitu, Jawat tidak mau menyebut daerah mana saja yang melakukan praktik ini.

“Saya tidak bisa tunjuk daerahnya ya. Banyak pedagang makanan yang menggunakan mantra penglaris,” terangnya.

Jawat menceritakan ada juga praktik pengobatan menggunakan ludah. Dia menyebut ludah dari tokoh atau yang disebut guru itu digosokkan ke kedua tangannya lalu diusapkan ke pasien yang sakit. Dia menyebut penggunaan mantra sudah lama dikenal di Indonesia.

Baca Juga  Surabaya Punya Semprotan Disinfektan 162 Meter

“Mantra itu macam-macam. Sebelum agama masuk ke Indonesia, bangsa kita sudah punya mantra. Mereka percaya pada hal-hal yang metafisik di luar kemampuan manusia, dan mereka meminta bantuannya melalui mantra,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here