RSUD dr Soetomo Pastikan Tak Pernah Lakukan Penolakan

Surabaya – Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi, memastikan jika pihaknya tidak pernah menolak bantuan. Hanya saja, Ia mengatakan jika mereka juga mementingkan kondisi rumah sakit lainnya.

“Jadi begini Rumah Sakit Soetomo itu kan sudah mendapatkan bantuan banyak sekali dari provinsi dari donatur kita agar kan sendiri bahkan dari Kementerian Kesehatan. Nah kami memikirkan kawan-kawan Rumah Sakit Darurat dan rumah sakit yang bukan rujukan. Itu kan ada 99 rumah sakit rujukan rumah sakit yang lain,” kata Joni.

“Kami punya WA grup kasihan Rumah Sakit Darurat itu dia harus diperhatikan. kan ada juga pasien yang ke situ Kami nanti serakah kalau misal semua bantuan kami terima. Jadi selama kami masih cukup dari beli sendiri dan dari bantuan masyarakat serta dari bantuan Pemprov ya kita kan memang yang masih cukup,” tambahnya.

Baca Juga  Asrama Haji Surabaya Jadi Lokasi Isolasi ODP Corona

Komunikasi dengan pihak Pemkot Surabaya, menurut Joni tidak pernah terjadi. Meski demikian, Ia mempersilakan jajaran Wali Kota Risma untuk membantu rumah sakit lain terlebih dahulu.

“Tidak tidak menghubungi, saya tidak menghubungi. Saya begini karena ini ada WA dari kawan-kawan rumah sakit. Sebagian rumah sakit perlu yang sebagai rumah sakit rujukan itu kesulitan APD. Itu memang kebutuhan updatenya sedikit tapi sedikit Itu kan perlu apd, monggo kalau mau ngasih bantuan bisa ke RS rujukan lainnya yg membutuhkan,” pungkas Joni.

Sebelumnya, sebagai informasi, aksi menghebohkan kembali terjadi di Balai Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menyembah kaki dokter paru pada Senin (29/6/2020).

Kejadian tersebut bermula saat Wali Kota Risma mengadakan pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan para direktur rumah sakit di Kota Surabaya.

Baca Juga  Surabaya Segera Punya Pengolahan Limbah B3

Ketika seorang dokter ahli paru senior dari RSUD Dr Soetomo, dr Sudarsono menceritakan, penuhnya rumah sakit-rumah sakit karena Covid-19.

Tiba-tiba Risma beranjak dari tempat duduknya menghampiri dr Sudarsono dan bersujud di kakinya.Risma menyembah dan meminta maaf jika Pemerintah Kota Surabaya kurang maksimal dalam bekerja.

“Mohon maaf Bapak .. mohon maaf,” kata Risma dengan suara serak sambil memegangi kaki dokter tersebut.

Beberapa orang dokter dan staf Pemkot Surabaya nampak mencoba menenangkan dan mengangkat Risma. Risma mengaku sudah berupaya memperhatikan RS dr Soetomo namun ada penolakan.

“Kami nggak bisa masuk ke sana, tapi rumah sakit lain bisa,” ungkap Risma.

1 KOMENTAR

  1. Jgn lebay Mak..!!
    Kekurangan bkn dri Mak Nyak aja.
    Masyarakat pun banyak kekurangan, terutama ekonomi saat pandemi banyak kekurangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here