Korban Kecelekaan Bisa Langsung Klaim Asuransi

Surabaya – Polda Jawa Timur telah me-launching aplikasi berbasis web, Traffic Accident Claim System (TACS). Aplikasi ini akan memudahkan korban kecelakaan lalu lintas melakukan klaim asuransi hingga dapat lebih cepat ditangani di rumah sakit.

Untuk mengakses TACS, ada sejumlah hal yang harus dilakukan. Pertama, korban kecelakaan lalu lintas melakukan pendaftaran di rumah sakit dengan memberikan data nama, NIK, alamat, hingga TKP terjadinya kecelakaan.

Lalu, pihak kepolisian melakukan verifikasi dan laporan untuk penerbitan laporan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kemudian, pihak Jasa Raharja melakukan verifikasi dokumen laporan kecelakaan dan penjaminan. Verifikasi ini untuk melihat keikutsertaan korban di asuransi Jasa Raharja atau BPJS.

Semua laporan ini dilakukan melalui online pada website tacspolri.id. Proses laporan juga dilakukan cepat untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat pada korban kecelakaan.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan mengatakan, ada 139 rumah sakit di Jatim yang telah melakukan MoU dengan pihaknya.

“Begitu dia kecelakaan lalu lintas masuk ke rumah sakit yang ada MoU-nya langsung diproses dan ditangani sesuai dengan tingkat kecelakaannya. Baik luka ringan sampai maksimal meninggal dunia, langsung bisa dikirim oleh Jasa Raharja. Apalagi kalau dia laka tunggal bisa diklaim ke BPJS asal dia peserta BPJS aktif,” papar Budi.

Baca Juga  Polda Jatim Benarkan VA Adalah Vanessa Angel, Tarifnya 80 Juta

Budi menambahkan, korban laka yang sudah terdaftar dalam asuransi Jasa Raharja tak perlu khawatir akan lambatnya penanganan. “Jadi ndak usah khawatir lagi. Biasanya kan rumah sakit selalu bertanya kalau ada kecelakaan, ini siapa yang bertanggung jawab, sekarang sudah nggak. Rumah sakit sudah bisa langsung input data, entry data. Polisi akan memasukkan data awal setelah itu akan dicek ke TKP dulu untuk memastikan adanya tindak kecelakaan atau bagaimana,” imbuhnya.

Sebelumnya, Budi memaparkan ada sejumlah birokrasi yang harus dilewati untuk mengurus klaim korban kecelakaan ke Jasa raharja. Budi menjelaskan, dulu saat terjadi kecelakaan lalu lintas dan korban dibawa ke rumah sakit, umumnya RS akan menanyakan siapa penjamin atau keluarganya sebelum dilakukan tindakan medis.

Sedangkan untuk mengurus surat jaminan dan klaim dari Jasa Raharja, perlu Laporan Polisi (LP) atau Laporan Kejadian Laka Lantas (LKLL). Laporan ini membutuhkan kehadiran keluarga korban ke kantor Polisi untuk diminta keterangan. Setelah mendapatkan LP atau LKLL, keluarga korban membawa surat ini ke kantor Jasa Raharja untuk meminta surat jaminan.

Baca Juga  Tol Waru Kembali Makan Korban

Jika telah mendapat surat jaminan, barulah keluarga menyerahkan surat tersebut ke rumah sakit dan mendapat penanganan dari klaim tersebut.

“Tapi sekarang udah nggak kayak begitu lagi. Begitu kecelakaan, masuk RS, ini RS-nya sudah ada MoU sama Polres jajaran sama Jasa Raharja. Begitu ada kecelakaan, RS ini melakukan sistemnya dan langsung ditangani. Laporan polisinya langsung dan bisa ditangani pakai asuransi. Jadi memutus birokrasi menjadi cepat dan ndak berbelit-belit,” lanjut Budi.

“Kalau dulu kan harus datang dulu ke polisi, bikin laporan polisi, cek TKP dulu. Sekarang ada kayak gini sudah ndak perlu lagi, RS sudah yakin dia ditangani oleh asuransi dan kalau kekurangan biaya nanti BPJS dengan syarat masyarakat ini aktif sebagai anggota BPJS,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here