Dana Stimulan Kampung Tangguh Di Surabaya Sebesar 10 Juta

Surabaya – Penambahan anggaran untuk Kampung Tangguh Wani Semeru Jogo Suroboyo diharapkan dapat digunakan optimal. Stimulan sebesar Rp 10 juta setiap RT dari Pemerintah Kota Surabaya bisa dirupakan dalam berbagai bentuk. Khususnya upaya memutus dan menggerakkan roda ekonomi selama masa pandemi.

Satuan Tugas Kampung Tangguh di wilayah-wilayah perkampungan, dapat menggunakan stimulan ini untuk memproduksi desinfektan, pembuatan dapur umum, maupun menggerakkan kembali roda ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Wakil Ketua I Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menjelaskan, adanya penambahan stimulan sebagai bentuk hadirnya pemerintah di masyarakat. Termasuk perhatian agar warga bisa berdaulat dalam bergotong-royong memutus penyebaran virus Corona.

’’Terutama untuk Kampung-Kampung Tangguh yang berhasil menekan jumlah penderita di lingkungannya secara swadaya. Ini yang juga kami bantu agar lebih maksimal,’’ kata Whisnu Sakti, Sabtu (11/7/2020).

Baca Juga  Hore! Surabaya Punya Skylift Walker Baru

Whisnu yang juga Wakil Walikota Surabaya ini mulai memonitor dengan mendatangi wilayah perkampungan. Seperti di wilayah Bubutan DKA I, Kelurahan Bubutan dan Kampung BRT-03 di wilayah Dukuh Kupang, Kelurahan Putat Jaya kemarin.

Kehadiran orang nomor dua di jajaran Pemkot Surabaya ini menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Termasuk penggunaan masker yang dikenakan saat pertemuan berlangsung.

WS (sapaan Whisnu Sakti) menjelaskan, kegiatan turun ke masyarakat ini guna mensosialisasikan upaya pencegahan mata rantai covid-19, sekaligus mendengar aspirasi dari masyarakat.’’Sekalian memonitor bagaimana upaya yang sudah dilakukan Satgas Kampung Tangguh. Terutama apa yang menjadi kendala di bawah,’’ imbuhnya.

Baca Juga  Cerita Pejuang Wisuda LDR

Selama kunjungannya, alumnus ITS Surabaya ini banyak dicurhati warga. Terutama yang terdampak secara ekonomi selama masa pandemi.

Seperti diwilayah kampung Dukuh Kupang. Warga melalui Ketua RT mempunyai ide untuk menggunakan sebagian lahan depan kampung kembali berjualan.

Rata-rata warga perkampungan tersebut berjualan makanan. Namun, sejak pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) diberlakukan hingga dua kali pendapatan mereka nyaris terhenti.

’’Ide Ketua RT ini bisa kembali menggerakkan roda ekonomi warga. Tinggal nantinya dana stimulan ini bisa benar-benar digunakan optimal dan transparan,’’ terang WS.

Selain meminta agar warga di wilayah tersebut untuk berbelanja di tetangga sekitar, bantuan secara simbolis kaleng cat warna merah juga diberikan untuk mempercantik kawasan kampung yang direncakan untuk tempat berjualan warga.

1 KOMENTAR

  1. Kalau ada dana tambahan berarti ada DANA AWAL, yg jadi pertanyaan kami KAPAN DANA AWAL PEMBENTUKAN KAMPUNG TANGGUH SEMERU WANI JOGO SUROBOYO DICAIRKAN ? Hal ini kami tanyakan karena dari awal pembentukan KAMPUNG TANGGUH SEMERU WANI JOGO SUROBOYO dan GUGUS TUGAS TINGKAT RW tdk pernah menerima bantuan anggaran kampung tangguh 1 rupiah pun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here