Warga Sidotopo Surabaya Keluhkan Status Lahan

Surabaya – Warga Kelurahan Sidotopo mengeluhkan terkait status lahan fasilitas umum (fasum) di lingkungan mereka. Hal ini dikarenakan, tanah tempat lokasi itu berada merupakan bekas tanah kas desa.

Permasalahan itu terungkap melalui acara dialog yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dengan warga. Kali ini, gelaran rutin setiap hari itu memang digelar di Kelurahan Sidotopo

Ketua RW 13 Kelurahan Sidotopo Syaiful Huda mengungkapkan jika berbagai cara telah mereka tempuh untuk mendapatkan kejelasan terkait status tanah fasum berupa Balai RW. Namun, Ia mengaku belum ada hasil yang memuaskan.

Baca Juga  Masalah Surat Ijo Jadi Perhatian Nasional

“Kami minta tolong ini, mumpung sedang bertemu Pak Wawali, mohon agar kami ini dibantu supaya status tanah bekas kas desa bisa segera jelas. Agar fasum Balai RW ini bisa kami maksimalkan,” kata Syaiful Huda.

Menanggapi aduan itu Wakil Wali Kota Whisnu Sakti mengatakan jika ketimbang mengkhawatirkan status tanah lokasi fasum berdiri, pihaknya bakal mengupayakan pembangunan fasum berupa Balai RW yang jauh lebih layak di lokasi lahan yang sama.

“Karena bekas tanah kas desa ini kan memang menjadi aset Pemkot Surabaya. Daripada khawatir atau risau dengan status tanahnya, saya akan upayakan pembangunan Balai RW yang lebih layak di lokasi yang sama,” ujar Whisnu Sakti.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Berhasil Selamatkan Aset 61 Miliar

Dengan status proses pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot, menurut pria yang akrab disapa WS ini, maka warga pun akan jauh lebih mendapatkan keuntungan. “Karena warga hanya tinggal memanfaatkan dan mengelola saja,” katanya.

“Untuk pembangunan, dari Pemkot. Jika butuh renovasi, dari Pemkot. Warga kan tinggal memakai saja. Bisa nanti kita upayakan di Balai RW ini juga ada balai serbaguna untuk kegiatan warga juga kan,” pungkas pria yang santer disebut menjadi suksesor Wali Kota Risma untuk memimpin Kota Surabaya ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here