Fakta Daging Kambing

Surabaya – Sampai sekarang di masyarakat Indonesia masih terdapat mitos bahaya daging kambing bagi kesehatan. Betulkah demikian?

Masyarakat Indonesia sebetulnya sudah akrab dengan olahan  daging kambing. Hal ini ditandai dengan banyaknya olahan daging kambing yang akrab dengan lidah orang Indonesia. Misalnya saja satai, sup, gulai, nasi kebuli, nasi goreng, tongseng, dan lainnya.

Olahan masakan daging kambing merupakan salah satu yang telah menjadi favorit masyarakat Indonesia. Hidangan kambing dengan mudah ditemui di beragam restoran terkenal hingga pinggir jalan.

Sebetulnya daging kambing tidak berbahaya untuk disantap. Karena daging kambing sebetulnya mirip dengan daging hewan lainnya seperti sapi yang mengandung protein.

Sebagai bahan makanan utama daging mempunyai peran utama sebagai sumber protein. Daging hewan banyak mengandung lemak hewani dan protein yang memiliki peran penting untuk kebutuhkan nutrisi tubuh. Walaupun lemak kerap identik sebagai bagian jahat bagi tubuh, namun sebetulnya tubuh membutuhkan lemak sebagai sumber energi cadangan selain dari karbohidrat.

Lemak juga memiliki fungsi melapisi tubuh yang terletak di bawah jaringan kulit. Lemak inilah yang melindungsi tubuh tetap hangat saat cuaca dingin.

Protein sendiri sangat berguna untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Protein juga berfungsi untuk pembentukan sel-sel baru.

Mengonsumsi daging kambing bila dimakan dalam jumlah normal tidak akan mengganggu kesehatan. Apalagi bagi mereka yang jarang makan daging kambing dan tidak mempunyai masalah kesehatan tidak akan menjadi masalah.

Hanya akan menjadi masalah bila mengonsumsi daging kambing dalam jumlah banyak dan jeroan misalnya otak, usus, paru-paru, limfa, dan lainnya. Jeroan ini mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat

Selain jeroan yang membahayakan adalah lemak. Lemak yang terdapat pada satai  kambing itu merupakan lemak yang dapat meningkatkan kolesterol darah. Apalagi bila dimasak dengan minyak goreng, santan, dan garam dalam jumlah banyak.

Bila makan daging kambing terlalu banyak, dapat menimbulkan beberapa gangguan kondisi kesehatan. Seperti gangguan pencernaan,  sakit lambung, penyakit jantung (yang disebabkan banyaknya kandungan lemak dalam jumlah banyak. Hal ini akan memicu penimbunan lemak dan di bagian pembuluh darah).

Kolesterol tinggi,  meski jumlah kolesterol daging kambing setiap 100 gram mencapai 39 mg, dan lebih tinggi dibanding daging sapi, maka tetap akan memicu kadar kolesterol pada seseorang. Selain itu juga dapat menyebabkan darah tinggi.

Mitos dan Fakta Seputar Daging Kambing
Masyarakat Indonesia terdapat beberapa mitos terkait dengan daging kambing. Berikut beberapa di antaranya :

1.Mitos: Daging kambing penyebab darah tinggi.

Fakta : Daging kambing tidak menyebabkan darah tinggi. Karena darah tinggi bisa disebabkan beragam hal. Hingga kini belum ada penelitian ilmiah bahwa daging kambing menjadi penyebab tekanan darah tinggi.  Untuk penderita darah tinggi memang sebaiknya tidak mengonsumsi daging terlalu banyak,  baik itu daging kambing atau daging sapi.

2.Mitos : Daging kambing dapat meningkatkan libido pada pria.

Fakta: Untuk masalah libido sebetulnya terkait dengan hormon testoteron. Sedangkan testoreron itu dibentuk dari protein yang memang banyak ditemukan pada daging. Dengan demikian, tidak hanya daging kambing saja yang sebenarnya dapat meningkatkan yang banyak libido.

3.Mitos: Jangan makan daging kambing bersamaan dengan buah durian.

Fakta: Buah durian merupakan buah mengandung lemak  tinggi. Sedangkan daging kambing juga mengandung lemak jenuh. Kalau keduanya dikonsumsi bagi penderita riwayat jantung atau darah tinggi, maka akan membuat kondisi bertambah parah. Namun, kalau dikonsumsi untuk orang yang sehat  dalam jumlah sedang  tidak akan menjadi masalah.

4.Mitos : Daging kambing tidak boleh untuk ibu hamil.

Fakta:  Sebetulnya daging kambing terhitung aman untuk ibu hamil. Hanya saja tidak boleh terlalu banyak, pengidap masalah hipertensi, dan maag akut.

Dengan demikian Anda tetap bisa mengonsumsi olahan daging kambing. Hanya ingat saja dalam jumlah sewajarnya dan hindari lemak dan jeroan kambing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here