Radikalisme Masih Berpotensi Di Surabaya

Surabaya – Anggota Komisi III DPR RI Bambang DH mengatakan, jika radikalisme di Kota Surabaya masih memiliki potensi besar. Menurutnya, potensi itu semakin besar setelah kejadian Bom Surabaya tahun 2018 lalu.

Maka dari itu, menurut Bambang, Pemerintah Kota Surabaya harus pro-aktif untuk menyelesaikan hal tersebut. Jangan hanya dibebankan seluruhnya ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Menurutnya, BNPT sudah terlalu memiliki beban berlebih terkait dengan deradikalisasi dan penanganan terorisme. Apalagi anggaran nasional dari APBN ke BNPT itu relatif kecil menurut Bambang.

“Karena APBN yang mendukung BNPT itu relatif kecil lah. Mereka yang dilakukan deradikalisasi oleh BNPT dengan apbn, dan setelah selesai lalu dikembalikan ke daerah. Nah kalau di daerah tidak ada intervensi ya akan kmbuh lagi mereka ini,” kata Bambang, Senin 3 Agustus 2020.

Maka dari itu, ia meminta adanya pelibatan daerah khususnya di Kota Surabaya. Bukan hanya berbentuk anggaran, namun juga terkait dengan koordinasi dengan BNPT, pembinaan setelah program deradikalisasi, dan lainnya.

Menurutnya, sejauh ini di bawah kepemimpinan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bambang belum pernah melihat peran aktif Pemkot Surabaya dalam penanganan bersama BNPT.

“Jadi segitiga BNPT, Kemendagri, dan pemda itu saya pikir akan jauh lebih baik dan efektif. Karena saya ingat kejadian di Surabaya terakhir itu trnyata di luar pelaku, potensi di Surabaya masih banyak waktu itu. Ini kalau pemda tak aktif menangani dan hanya dibebankan ke BNPT ya repot. Sejauh ini saya belum pernah lihat Pemkot Surabaya berperan di sini,” katanya.

Maka dari itu, ia berharap Pemkot Surabaya dan Pemda lainnya bisa terus aktif dalam kerjasama dengan BNPT. Ia ingin pemda tak lagi memandang, masalah deradikalisasi dan terorisme hanya kewenangan dan tanggungjawab BNPT semata.

“Kita harus aktif dan cepat selamatkan mereka ini dengan pelbagai program. Supaya yang lain tidak meledak jadi ekspresi kasus di mana-mana,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here